Harga emas spot ditutup naik 1,7 persen ke level US$ 4.184,8 per troy ons pada Selasa (29/9/2026).
Kenaikan itu terjadi setelah emas sempat terkoreksi 4,13 persen dalam sepekan dan melorot 5,79 persen dalam sebulan terakhir.
Gejolak harga yang cepat dalam waktu singkat dinilai menjadi pengingat pentingnya pemahaman manajemen risiko bagi pelaku pasar. Pemahaman itu diperlukan sebelum memulai aktivitas perdagangan.
CEO PT Invetra Teknologi Berjangka (Invetra), Jufri Ramadhan Sinurat, mengatakan trader yang tidak memahami risiko paling mudah mengalami kerugian saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari.
Ia mendukung edukasi yang mengajarkan cara membaca pasar, menetapkan batas kerugian, dan menyusun strategi sebelum bertransaksi.
Jufri juga menyoroti tingginya paparan penawaran investasi tanpa izin resmi di pasar berjangka.
Sepanjang tahun 2024, Bappebti memblokir 1.046 domain situs entitas ilegal yang beroperasi di sektor Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).
Menurut Jufri, langkah pertama sebelum membuka akun di mana pun, termasuk di Invetra, adalah memeriksa izin pialang melalui situs resmi Bappebti.
Setelah itu, pelaku pasar perlu memahami bahwa transaksi derivatif berisiko tinggi dan hanya menggunakan dana yang siap ditanggung risikonya.
Strategi dan Disiplin dalam Trading Emas
Pendiri Entry Exit, Indrawijaya Rangkuti, menekankan pentingnya memisahkan analisis jangka pendek dan jangka panjang.
Menurutnya, fluktuasi harian pasar tidak selalu mencerminkan tren utama sehingga strategi transaksi harus disesuaikan dengan horizon waktu yang dipilih.
Juara World Cup Trading Championship 2024, Dato' Nazri Khan, memaparkan teknik scalping menggunakan instrumen emas dengan prinsip fast in fast out (FIFO).
Pendekatan itu membutuhkan disiplin tinggi tanpa emosi, pemanfaatan footprint chart, delta volume beli-jual, serta penentuan point of control (POC) sebagai acuan support dan resistance.
Presiden Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI), Gideon M.
Lapian, turut menyampaikan pidato kunci mengenai peran penting analisis teknikal sebagai pijakan utama dalam proses pengambilan keputusan transaksi.
