Harga emas kembali menunjukkan pergerakan dinamis yang meningkatkan risiko bagi pelaku transaksi jangka pendek.
Hal ini disampaikan Invetra dan para ahli pasar dalam seminar edukasi di Jakarta.
Perubahan harga hingga beberapa persen dalam hitungan hari dapat memperbesar potensi kerugian trader yang tidak memahami risiko dan strategi.
CEO Invetra, Jufri Ramadhan Sinurat, menegaskan pentingnya pemahaman risiko bagi trader.
"Saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari, trader yang tidak paham risikonya paling mudah mengalami kerugian," ujar Jufri.
Ia menambahkan Invetra mendukung edukasi yang mengajarkan cara membaca pasar, menetapkan batas kerugian, dan menyusun strategi sebelum bertransaksi.
Membedakan Fluktuasi Jangka Pendek dan Tren Jangka Panjang
Indrawijaya Rangkuti, Board Director International Federation of Technical Analysts (IFTA), menjelaskan pentingnya membedakan fluktuasi harga jangka pendek dengan tren jangka panjang.
"Fluktuasi harga dalam satu hari tidak selalu mencerminkan arah pergerakan emas dalam jangka waktu yang lebih panjang," kata Indrawijaya.
Ia menambahkan strategi trading harus disesuaikan dengan horizon waktu transaksi yang digunakan.
Pendekatan jangka pendek tidak bisa diterapkan pada analisis jangka panjang.
Juara World Cup Trading Championship 2024, Dato' Dr. Nazri Khan, memperkenalkan strategi scalping yang mengutamakan posisi dibuka dan ditutup dalam waktu sangat singkat dengan disiplin tinggi.
"Konsep fast in fast out (FIFO) membutuhkan keputusan cepat dan menghindari keputusan emosional saat menghadapi pergerakan harga," ujar Nazri.
Menurut Nazri, penggunaan footprint chart juga membantu trader membaca aktivitas pembeli dan penjual pada level harga tertentu.
Indikator seperti delta dan point of control (POC) memberikan gambaran dominasi transaksi dan level support-resistance.
Jufri juga menekankan pentingnya memeriksa legalitas pialang sebelum membuka akun untuk menghindari penipuan dalam perdagangan berjangka komoditas.
"Langkah pertama sebelum membuka akun di mana pun, termasuk di Invetra, adalah memeriksa izin pialang melalui situs resmi Bappebti," ujar Jufri.
Setelah itu, pahami bahwa transaksi derivatif berisiko tinggi, dan hanya gunakan dana yang siap ditanggung risikonya.
Bappebti mencatat sepanjang 2024 telah memblokir 1.046 domain situs web entitas ilegal di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).
Seminar edukasi Labur Nusantara 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 26 September 2026 membahas outlook pasar emas, analisis teknikal, strategi scalping, penggunaan footprint chart, serta aspek legalitas dan risiko transaksi derivatif.