Kipas genggam bukan barang baru, tetapi Aecooly mencoba membuatnya lebih berguna lewat seri Cold Air.
Kedua model, Cold Air dan Cold Air Ultra, menggabungkan aliran udara berkecepatan tinggi dengan sistem misting bawaan.
Keduanya diuji selama sekitar dua minggu di India saat cuaca monsun yang tidak menentu. Beberapa hari lembap, sementara hari cerah tetap bisa terasa panas.
Meski berbagi ide dasar yang sama, pengalaman menggunakan kedua kipas ini ternyata cukup berbeda. Cold Air dibanderol $39,99, sedangkan Cold Air Ultra $79,99.
Desain dan Kualitas Bahan
Kedua kipas memakai bodi ABS dan PC, tetapi terasa berbeda di tangan.
Cold Air lebih tinggi dengan dimensi 153 x 63,6 x 52 mm, namun lebih ringan di 285 g.
Gagangnya yang relatif ramping mudah digenggam dan nyaman dibawa dalam waktu lama. Bagian atas menampung kipas bulat besar, sementara layar digital kecil menunjukkan kecepatan kipas dan sisa baterai.
Kontrol untuk mengatur kecepatan dan mengaktifkan fungsi mist berada di gagang.
Cold Air Ultra punya pendekatan berbeda dengan dimensi 140,4 x 63 x 41 mm, lebih pendek dan kompak.
Bobotnya terasa lebih berat; unit yang diuji mencapai 354 g di timbangan, sedikit di atas 345 g yang tercantum di daftar resmi.
Desainnya juga tampak lebih premium.
Bagian depan memiliki layar sentuh warna besar yang terintegrasi di gagang, menampilkan kecepatan kipas, status baterai, dan mode operasi.
Layar itu juga berfungsi sebagai bagian dari sistem kontrol kecepatan.
Kedua model memiliki reservoir air terintegrasi untuk sistem misting. Mengaksesnya dengan memutar mekanisme pengunci di bagian bawah dan membuka tangki untuk diisi ulang.
Implementasinya rapi karena tidak ada botol air eksternal yang menggantung. Keduanya juga menyertakan lanyard yang berguna saat membawa kipas ke luar ruangan.
Performa dan Kenyamanan
Cold Air menawarkan lima pengaturan kecepatan dengan motor berating hingga 12.000 RPM.
Aecooly mencantumkan kecepatan angin maksimum sekitar 9,5 hingga 10 m/s, atau sekitar 33 ft/s.
Angka itu jauh di bawah Ultra, tetapi bukan berarti merugikan untuk pendinginan personal. Pada pengaturan rendah, Cold Air menghasilkan angin lembut yang nyaman di wajah.
Bahkan di level lima, aliran udaranya cukup kuat untuk mendinginkan tanpa terasa terlalu agresif. Kebisingannya pun lebih rendah; Aecooly mencatat ≤51 dB pada kecepatan rendah.
Dalam praktik, Cold Air relatif senyap dan lebih nyaman dipakai di perpustakaan, bandara, kantor, atau lingkungan tenang lainnya.
Bobot 285 g semakin memperkuat keunggulannya.
Cold Air Ultra jauh lebih bertenaga.
Motor berkecepatan tinggi berating hingga 70.000 RPM dengan kecepatan angin maksimum 25 m/s, atau sekitar 82 ft/s.
Bahkan pada pengaturan default 20, Ultra menghasilkan aliran udara yang kuat. Di pengaturan maksimum, tenaganya sangat besar, tetapi ada konsekuensi pada kebisingan.
Aecooly mencatat Ultra ≤65 dB pada kecepatan rendah. Dalam praktik, suaranya jelas lebih keras daripada Cold Air biasa, bahkan pada pengaturan yang relatif rendah.
Pada kecepatan tinggi, suaranya cukup menonjol sehingga sebaiknya dihindari di lingkungan tenang. Ultra juga bisa terasa terlalu agresif bila diarahkan langsung ke wajah.
Sebagai kompensasi, Ultra menawarkan kontrol lebih halus dengan 100 level kecepatan.
Pengguna dapat mengatur output dari 1 hingga 100 lewat layar sentuh, sementara kontrol fisik memberi lompatan cepat di 20, 40, 60, 80, dan 100.
Fitur yang membedakan kedua kipas ini dari model genggam konvensional adalah sistem Mist Chill.
Keduanya memakai sistem atomisasi mikro-pori bertekanan tinggi dengan nosel 0,25 mm dan pemecah aliran delapan saluran.
Alih-alih menyemprotkan tetesan air besar, sistem ini menghasilkan kabut halus yang bercampur dengan aliran udara. Setiap isi ulang air diklaim cukup untuk hingga delapan menit operasi mist.
Aecooly mengklaim Cold Air dapat menurunkan suhu hingga 14,4°F dalam 10 detik, sedangkan Ultra diklaim mencapai penurunan 18°F dalam 10 detik.
Klaim itu berasal dari kondisi terkontrol, sehingga pengujian nyata tetap diperlukan.
Pada pengujian Cold Air Ultra, suhu permukaan sekitar 99°F diukur sebelum digunakan. Hasil pengujian ini menunjukkan bagaimana performa keduanya dalam pemakaian sehari-hari.