unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › AT&T, Verizon, dan T-Mobile Resmi Luncurkan Joint Venture untuk Atasi Dead Zones
IPTEK

AT&T, Verizon, dan T-Mobile Resmi Luncurkan Joint Venture untuk Atasi Dead Zones

Ilustrasi menara telekomunikasi dan satelit
AT&T, Verizon, dan T-Mobile Resmi Luncurkan Joint Venture untuk Atasi Dead Zones
A A Ukuran Teks16px

AT&T, Verizon, dan T-Mobile resmi meluncurkan perusahaan patungan (joint venture) yang bertujuan mengurangi dead zones di Amerika Serikat.

Langkah ini menindaklanjuti kesepakatan prinsip yang diumumkan pada Mei lalu, dan kini telah terwujud setelah hampir lima bulan.

Paul Roth ditunjuk sebagai CEO interim sementara pencarian CEO permanen masih berlangsung.

Roth sebelumnya menjabat berbagai posisi kepemimpinan di AT&T, Cingular Wireless, dan Ameritech.

Joint venture ini akan dikelola oleh dewan yang terdiri dari perwakilan masing-masing operator.

Tujuan dan Dampak Joint Venture

Tujuan utamanya adalah "hampir menghilangkan" dead zones di AS, menjangkau area yang belum terlayani, dan menyediakan konektivitas redundan yang andal dalam situasi darurat.

Joint venture ini juga berupaya meningkatkan kinerja jaringan secara umum dan memberikan akses yang lebih mudah ke layanan satelit bagi pelanggan.

Melalui investasi gabungan ketiga operator, pilihan penyedia konektivitas satelit akan bertambah, dan akses langsung ke perangkat (direct-to-device) akan menjadi langkah awal yang ditingkatkan.

Siaran pers resmi menyatakan bahwa hal ini akan "meningkatkan kompetisi seiring bertambahnya pilihan konsumen dalam layanan satelit".

Lebih banyak penyedia layanan satelit akan mendapatkan kesempatan untuk "bersaing, berinvestasi, dan tumbuh".

Joint venture ini juga akan bekerja sama dengan operator jaringan seluler pedesaan untuk memungkinkan mereka menghadirkan produk baru bagi pelanggan.

Pada akhirnya, ketiga operator berharap "pengalaman pengguna akan meningkat pada jaringan satelit, dengan pendekatan pengembangan berbasis standar yang melibatkan penyedia sistem operasi, pengembang aplikasi seluler, dan produsen peralatan asli (OEM)".

Perjanjian konektivitas satelit yang ada akan tetap berlaku, dan ketiga operator juga akan "terus melakukan upaya konektivitas secara independen".

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru