Tim peneliti jaringan komunikasi optik mencatatkan rekor dunia baru dalam kecepatan transfer data.
Pengujian real-time dua arah melintasi jalur sepanjang 10,3 kilometer itu menembus 3,2 petabit per detik (Pb/s) atau setara 3.200.000 gigabit per detik (Gb/s).
Angka tersebut memecahkan rekor transmisi data tercepat yang pernah diuji pada kabel optik tunggal.
Secara teoritis, kapasitas sebesar ini sanggup mentransfer lebih dari 20.000 judul film beresolusi 4K hanya dalam waktu satu detik.
Capaian ini lahir dari kolaborasi National Key Laboratory of Optical Communication Technology and Network di China Information and Communication Technologies Group (CICT), Pengcheng Laboratory, dan Fiberhome Fujikura Fiber Optic Technology.
Hasilnya membuka babak baru dalam pengembangan jaringan pipa data global.
Arsitektur 24-Core dan Tiga Pita Gelombang
Rahasia lonjakan kecepatan ini terletak pada kabel multicore fiber dengan 24 core internal.
Berbeda dengan kabel jaringan konvensional yang umumnya hanya mengandalkan satu core transmisi, kabel baru ini menyalurkan aliran data secara paralel melalui 24 jalur berbeda di dalam satu selubung kabel tunggal.
Untuk memaksimalkan kapasitas jalur, para peneliti menggabungkan tiga pita gelombang optik sekaligus, yaitu pita S, C, dan L.
Melalui teknik space-division multiplexing, ribuan saluran transmisi paralel berhasil diciptakan tanpa memicu bentrokan sinyal.
Sistem ini memanfaatkan modul optik koheren tingkat lanjut guna menjaga kestabilan sinyal secara real-time sekaligus menekan interferensi antar-core hingga tingkat minimum.
Eksperimen membuktikan per pita gelombang sanggup menyalurkan data hingga 400 Gb/s pada pita S, serta mencapai 1,2 Tb/s per pita gelombang pada pita C dan L.
Hasil ini diperoleh berkat penggunaan modul optik khusus yang dikembangkan secara mandiri oleh tim peneliti.
Teknologi baru ini menawarkan lompatan kapasitas hingga 32 kali lipat dibandingkan sistem transmisi kabel serat optik single-core standar G.
652 yang banyak digunakan saat ini.
Sebagai gambaran, kabel G.
652 standar umumnya hanya mampu memproses lalu lintas data sekitar 100 terabit per detik (Tb/s) menggunakan gabungan pita gelombang C dan L.
Capaian 3,2 Pb/s ini juga mempertajam rekor sebelumnya sebesar 2,5 Pb/s yang diraih oleh tim yang sama beberapa bulan lalu.
Peningkatannya mencapai sekitar 28 persen dalam waktu singkat. Angka tersebut membuktikan betapa pesatnya perkembangan riset komunikasi cahaya saat ini.