unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Investasi ala Lukas Ginting: Saham Jadi Motor, Emas Pelindung
News

Investasi ala Lukas Ginting: Saham Jadi Motor, Emas Pelindung

Ilustrasi investasi saham dan emas
Investasi ala Lukas Ginting: Saham Jadi Motor, Emas Pelindung
A A Ukuran Teks16px

Lukas Ginting, Direktur Marketing PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), mengungkapkan strategi pengelolaan investasinya yang berfokus pada dua instrumen utama: saham dan emas.

Keputusan ini diambil karena keterbatasan waktu di tengah kesibukan pekerjaan dan mobilitasnya ke berbagai daerah.

Dalam portofolionya, Lukas mengalokasikan 70% dana pada pasar saham dan 30% pada emas.

Saham berperan sebagai motor pertumbuhan, sedangkan emas difungsikan sebagai benteng perlindungan yang lebih konservatif.

Meski mayoritas dana di saham, pendekatannya tetap berhati-hati dengan memilih emiten berdasarkan kekuatan fundamental perusahaan.

Lukas mengaku sebagai investor konservatif yang lebih memilih instrumen berisiko kecil namun memberikan keuntungan lumayan.

Ia juga terbuka mempelajari instrumen lain seperti dana pensiun jika ada waktu luang.

Manajemen Risiko dan Disiplin Eksekusi

Lukas pernah mengamankan keuntungan saat pasar saham menguat pada akhir 2025 dan Januari, tetapi juga merasakan koreksi portofolio ketika pasar turun pada Juni.

Pengalaman fluktuasi tersebut menegaskan pentingnya disiplin eksekusi di pasar modal.

Ia menekankan investor harus siap merealisasikan keuntungan (take profit) maupun membatasi kerugian (cut loss).

Namun, aksi pelepasan saham tidak dilakukan gegabah saat harga terkoreksi.

Jika analisis jangka panjang menunjukkan fundamental perusahaan tetap solid, Lukas memilih mempertahankan kepemilikan saham.

Ia juga menyoroti kiprah investor muda yang dinilainya berani mengambil peluang di pasar modal.

Keberanian itu positif jika diimbangi perhitungan risiko yang cermat.

Lukas kerap menggali informasi investasi dari kreator muda di YouTube.

Menurutnya, penggabungan keberanian generasi muda dan prinsip kehati-hatian investor senior dapat membentuk strategi investasi yang lebih ideal.

Ia mengingatkan agar pelaku pasar tidak tergiur menempatkan seluruh modal pada satu instrumen secara terburu-buru.

Penguasaan informasi dan pemahaman atas instrumen yang dipilih menjadi fondasi utama dalam menjaga kelangsungan investasi jangka panjang.

Dengan pendekatan konsisten dan pembelajaran berkelanjutan, Lukas berharap dapat terus mengelola portofolionya secara disiplin.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru