Seorang penumpang pesawat Flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv, Yaniv Hayoun, mengambil alih kendali pesawat setelah kopilot diduga mencoba menjatuhkan pesawat pada Rabu, 30 September 2026.
Hayoun mendobrak pintu kokpit saat terjadi keributan di ruang kemudi. Kapten pilot dilaporkan ditikam ketika berupaya menghentikan kopilot yang diduga membahayakan penerbangan.
Setibanya di kokpit, Hayoun mendapati situasi kacau.
Tidak ada pilot yang duduk di kursi kemudi, satu pilot tergeletak di lantai, dan kopilot berada di atas panel di antara kursi pilot.
"Tidak ada pilot di kursi-kursi itu: satu orang berada di lantai, dan satu lagi di atas panel," ujar Yaniv Hayoun.
Hayoun menduga kopilot sedang mengutak-atik sistem pesawat. Ia khawatir pesawat kehilangan kendali lalu meminta bantuan penumpang lain.
Beberapa penumpang asal Israel merespons. Dua di antaranya masuk ke kokpit untuk melumpuhkan kopilot.
"Saya berseru kepada sejumlah penumpang asal Israel di dalam pesawat, lalu dua orang lainnya datang menghampiri. Kami pun melumpuhkannya," kata Hayoun.
Pulihkan Kendali dalam Hitungan Detik
Setelah kopilot diamankan, Hayoun membantu mengendalikan pesawat. Ia menarik tuas kendali ke belakang untuk memulihkan kontrol penerbangan.
"Saya segera kembali ke posisi semula, meraih kendali, dan mulai menarik tuas ke arah belakang," katanya.
Hayoun menyebut kejadian berlangsung sangat cepat.
Ia hanya punya waktu beberapa detik untuk bertindak dan membayangkan konsekuensi jika pesawat terus tak terkendali hingga memasuki wilayah udara Israel.
"Saya membayangkan jika kami sampai memasuki wilayah udara Israel, hasilnya tidak akan berakhir baik," ujar Yaniv Hayoun kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Saat ditanya Netanyahu bagaimana ia mengetahui cara menarik tuas kendali, Hayoun menjawab bahwa pengetahuannya didapat dari menonton acara televisi tentang kecelakaan pesawat.
"Saya menonton Air Crash Investigation, Bapak Perdana Menteri, sungguh!" kata Yaniv Hayoun.