Negara-negara G7 menyetujui pelepasan 100 juta barel cadangan solar untuk meredam lonjakan harga diesel global. Kesepakatan diumumkan pada awal Oktober 2026 dan akan berlangsung selama empat bulan.
Fokus pelepasan dilakukan dalam jumlah besar pada 20 hari pertama, dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA).
Harga Diesel AS Cetak Rekor
Harga diesel di Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi pada September lalu. Rata-rata harga mencapai US$6,37 per galon pada awal Oktober 2026.
Presiden AS Donald Trump mendorong negara-negara Eropa membuka cadangan bahan bakar mereka. Ia menyatakan negara-negara Eropa telah menyetujui pelepasan cadangan diesel dalam jumlah besar.
Para pemimpin G7 menyatakan akan mengadakan pertemuan dalam konteks IEA untuk membahas kemungkinan pelepasan diesel tambahan jika diperlukan.
Situasi ini terjadi di tengah krisis pasokan bahan bakar global.
Pemicunya adalah serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia serta gangguan pasokan energi di Timur Tengah akibat perang di Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan mitra AS di Eropa harus mempercepat komitmen menyediakan pasokan tambahan.
Ia menyatakan Amerika telah melakukan bagiannya dan berharap sekutu mewujudkan komitmen melalui tindakan nyata.
Pemerintah AS sebelumnya mempertimbangkan larangan ekspor diesel sebagai langkah ekstrem. Namun, kebijakan itu menghadapi penolakan dari industri minyak dan bisnis.
Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic menyatakan diskusinya dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer terkait pasokan diesel dan lonjakan harga.
Ia menyoroti potensi dampak negatif jika AS membatasi ekspor diesel.
Sefcovic menegaskan Uni Eropa berkepentingan bekerja sama menurunkan harga diesel maupun produk lain dari pasokan minyak dan gas.
Pernyataan itu disampaikan di pertemuan G20.
Langkah ini juga terkait kesepakatan IEA pada Maret 2026.
Saat itu, negara-negara anggota setuju menyediakan 400 juta barel minyak mentah dan produk olahan untuk mengatasi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pelaksanaan komitmen pelepasan cadangan minyak dari beberapa negara Eropa belum merata. Meskipun AS dan Jepang telah memenuhi komitmen mereka.
Wright menyatakan beberapa negara anggota Eropa hanya melepaskan sebagian kecil dari minyak mentah dan produk minyak bumi yang telah dijanjikan.
Pernyataan itu disampaikan setelah pengumuman pelepasan 40 juta barel minyak mentah oleh Departemen Energi AS.
