unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Akademisi dan Pelayan Gereja Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
News

Akademisi dan Pelayan Gereja Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Reruntuhan bangunan apartemen di Gaza setelah serangan udara
Akademisi dan Pelayan Gereja Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
A A Ukuran Teks16px

Serangan udara militer Israel menghantam lantai dasar gedung apartemen Al-Asala 1 di Kota Gaza pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 01.30 dini hari.

Insiden itu menewaskan sedikitnya lima warga Palestina, termasuk empat perempuan, dan merusak bangunan hingga memicu kebakaran hebat.

Dua korban tewas merupakan warga Kristen Palestina yang mengabdikan diri di Gereja Keluarga Kudus, yaitu Maisa Abu Dawoud atau Umm Michel dan putrinya, Mary Najjar atau Umm Fouad.

Korban lainnya adalah akademisi University of Palestine, Yasmin al-Boubou, beserta ibunya, Halloum al-Boubou.

Kesaksian Warga dan Upacara Pemakaman

Saksi mata Ahmed al-Dahdouh menggambarkan kepanikan warga sekitar saat ledakan keras menghantam pemukiman mereka di tengah malam.

"Kami sedang tidur dan tiba-tiba mendengar serangan bertubi-tubi serta ledakan keras. Anak-anak terbangun dengan kaget lalu berlarian sambil berteriak," ujar Ahmed al-Dahdouh kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa warga langsung berhamburan keluar untuk mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian.

"Kami berlari keluar dan mendapati rumah tetangga kami telah terkena serangan; ada jenazah korban yang hancur—wanita, pria, dan anak-anak.

Kami mulai mengevakuasi mereka; jasad-jasad itu berserakan di bawah reruntuhan," kata Ahmed al-Dahdouh.

Upacara pemakaman Maisa dan Mary dilangsungkan di Gereja Saint Porphyrius, Kota Tua Gaza.

Lembaga keagamaan dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua pelayan gereja tersebut.

Putra dari Mary, Fouad al-Najjar yang berusia 14 tahun, menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan anggota keluarganya.

"Nenek dan ibu saya meninggal dunia. Semoga Tuhan mengasihi mereka," ujar Fouad al-Najjar kepada Anadolu.

Ia menegaskan penderitaan warga akibat bentrokan yang terus berulang setiap hari.

"Hari ini benar-benar merupakan hari terburuk dalam hidup saya. Saya kehilangan ibu dan nenek saya hari ini," kata Fouad al-Najjar.

Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa target sasaran pengeboman apartemen tersebut adalah Ali al-Amoudi, yang disebut sebagai pimpinan kantor politik Hamas di Gaza.

Militer Israel menuding al-Amoudi terlibat dalam perencanaan serangan 7 Oktober serta aktivitas militer Hamas.

"Saat ini, al-Amoudi adalah tokoh Hamas paling senior di Jalur Gaza dan terlibat langsung dalam aktivitas teror Hamas, serta upaya membangun kembali organisasi tersebut untuk perang.

Teroris tersebut diserang demi melenyapkan ancaman itu," demikian pernyataan resmi militer Israel.

Pihak militer menambahkan bahwa evaluasi terhadap hasil serangan udara tersebut masih terus dilakukan.

"Langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi," ujar militer Israel seraya menyatakan penyesalan atas dampak yang menimpa individu tidak terlibat.

Pejabat kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.400 warga Palestina tewas sejak kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS dimulai pada Oktober tahun lalu.

Sementara Israel melaporkan empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok bersenjata dalam periode yang sama.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru