unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Jangan Tunggu Mesin Kasar, Ganti Oli Motor Tiap 2.000 Kilometer
News

Jangan Tunggu Mesin Kasar, Ganti Oli Motor Tiap 2.000 Kilometer

Ilustrasi penggantian oli mesin sepeda motor skutik
Jangan Tunggu Mesin Kasar, Ganti Oli Motor Tiap 2.000 Kilometer
A A Ukuran Teks16px

Pengendara sepeda motor diimbau tidak menunggu munculnya suara kasar atau penurunan performa sebelum mengganti oli mesin.

Penggantian pelumas secara rutin disebut menjadi kunci utama menjaga keawetan mesin, terutama bagi kendaraan harian yang sering terjebak kemacetan.

Risiko keausan komponen meningkat jika oli dibiarkan bekerja melebihi kapasitas optimalnya.

Penurunan kualitas oli tetap terjadi meski jarak tempuh kendaraan tergolong pendek.

Batas Aman Penggantian Oli

Teknisi Vansy Motor Tangerang, Agung, menjelaskan batas aman perawatan pelumas mesin kendaraan roda dua.

"Sebetulnya jangan tunggu mesin bunyi kasar.

Idealnya oli diganti setiap 2.000 sampai 3.000 kilometer, atau bisa lebih cepat kalau motor sering dipakai di kondisi macet dan stop and go," kata Agung.

Penurunan kualitas oli terjadi lebih cepat akibat paparan suhu tinggi serta kontaminasi sisa pembakaran mesin.

Beban kerja mesin perkotaan saat kemacetan mempercepat degradasi pelumas meskipun spedometer menunjukkan angka kilometer yang rendah.

"Banyak yang merasa jarang pakai motor karena jaraknya dekat, padahal sering kena macet. Itu justru bikin oli cepat turun kualitasnya," ujar Agung.

Bagi kendaraan yang jarang beroperasi, jadwal penggantian pelumas tetap disarankan berlangsung berkala setiap dua hingga tiga bulan sekali.

Daftar harga oli mesin skutik per Oktober 2026 turut disertakan dalam sumber, mulai dari Federal Oil, Castrol, Evalube, hingga Shell.

Pemilik motor harian dianjurkan mengganti oli mesin setiap 2.000 hingga 3.000 kilometer untuk mencegah keausan komponen akibat kemacetan lalu lintas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru