Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara bersama Kementerian Keuangan tengah menyelesaikan proses pengalihan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China ke pemerintah.
Langkah ini dilakukan melalui pengambilalihan seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia oleh pemerintah.
CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan proses tersebut berjalan lancar.
"Sudah berjalan, sedang berjalan, sedang berjalan, berjalan," ujar Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2026).
Penegasan ini menepis keraguan kelanjutan proses setelah pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara.
Rosan juga telah berkoordinasi dengan Bendahara Negara yang baru untuk memastikan seluruh program investasi berjalan tanpa kendala teknis.
"Kita sudah janji akan bertemu hari minggu ini, hari Kamis atau Jumat ini untuk menindaklanjuti beberapa hal," kata Rosan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Struktur Kepemilikan Saham PSBI dan KCIC
Secara struktur, PSBI memegang 60 persen saham KCIC dari pihak Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki konsorsium perusahaan China sebagai pemodal utama.
Kepemilikan saham dalam PSBI terbagi atas PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 58,53 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 33,36 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 7,08 persen, serta PT Perkebunan Nusantara I 1,03 persen.
Tahapan teknis pengalihan saham konsorsium BUMN tersebut kini berada pada fase akhir pembahasan detail di tingkat kementerian.
"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi.
Skema telah ditetapkan, telah dibahas secara detail," kata Evita dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
