unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Menguat ke Level 6.138, Sektor Teknologi dan GOTO Jadi Penopang
News

IHSG Menguat ke Level 6.138, Sektor Teknologi dan GOTO Jadi Penopang

Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan di bursa efek
IHSG Menguat ke Level 6.138, Sektor Teknologi dan GOTO Jadi Penopang
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (6/10/2026).

Penguatan ini sejalan dengan tren positif bursa Asia yang mendapat dorongan dari reli sektor teknologi di Wall Street.

Data RTI menunjukkan IHSG menguat 0,32 persen atau bertambah 19,462 poin ke posisi 6.138,322 pada pukul 09.07 WIB.

Sebanyak 326 saham menguat, 176 saham melemah, dan 211 saham bergerak mendatar.

Nilai transaksi awal menembus Rp 1 triliun dengan volume perdagangan 11,7 miliar saham. Seluruh 11 indeks sektoral memberikan dorongan bagi IHSG.

Sektor Teknologi dan GOTO Memimpin Penguatan

Sektor IDX Technology memimpin penguatan sebesar 1,44 persen.

Posisi berikutnya ditempati IDX Industry yang naik 0,83 persen dan IDX Energy yang terangkat 0,57 persen.

Kenaikan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu penopang utama di jajaran indeks LQ45.

Saham GOTO melonjak 10,34 persen mencapai level Rp 32 per saham.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut terangkat 3,53 persen ke posisi Rp 880.

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 1,73 persen menjadi Rp 352 per saham.

Sebaliknya, beberapa anggota indeks LQ45 tertekan di zona merah. Saham PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) terkoreksi 1,16 persen ke Rp 2.560.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 0,91 persen ke Rp 2.180, sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menyusut 0,79 persen ke posisi Rp 1.250.

Dorongan dari Bursa Regional dan Wall Street

Bursa regional Asia bergerak menguat pada perdagangan yang sama.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen, sementara indeks Nikkei Jepang melonjak 0,7 persen.

Kontrak berjangka bursa Eropa juga mencatatkan kenaikan 0,5 persen.

Kenaikan berlanjut di pasar derivatif Amerika Serikat, dengan kontrak berjangka Nasdaq terangkat 0,2 persen dan S&P 500 futures menguat 0,1 persen.

Rekor penutupan baru sebelumnya diraih Nasdaq setelah rilis data tenaga kerja AS yang mereda. Data itu menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.

Lonjakan harga saham Nvidia sebesar 2,1 persen mendorong kinerja sektor teknologi hingga mencetak rekor baru.

Kapitalisasi pasar produsen chip global tersebut kini menembus sekitar US$ 5,76 triliun.

Senior Analyst Capital. com Kyle Rodda menjelaskan investor kembali memfokuskan perhatian pada prospek pertumbuhan laba perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Fokus itu menguat seiring meredanya risiko geopolitik dan ketidakpastian suku bunga.

Musim penyampaian laporan keuangan kuartal III-2026 bakal dimulai pekan depan. Projection Goldman Sachs menunjukkan konsensus analis memperkirakan laba emiten dalam indeks S&P 500 tumbuh 27 persen.

Mayoritas pertumbuhan itu disokong oleh perusahaan penerima manfaat belanja infrastruktur AI.

Antisipasi Risalah FOMC dan Yield US Treasury

Pelaku pasar domestik kini menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) pada 7 Oktober. Dokumen ini menjadi acuan penting untuk memperkirakan arah kebijakan moneter AS.

The Fed sebelumnya mempertahankan federal funds rate pada level 3,75 persen-4,00 persen.

Faktor lain yang terus dipantau meliputi data ISM Services AS, neraca perdagangan AS, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Yield US Treasury tenor 10 tahun yang masih tertahan di kisaran 5,3 persen dinilai tetap menjadi risiko bagi aliran modal ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru