unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pemerintah Dorong Aset BUMN Lebih Produktif lewat Kolaborasi Swasta
News

Pemerintah Dorong Aset BUMN Lebih Produktif lewat Kolaborasi Swasta

Ilustrasi pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara
Pemerintah Dorong Aset BUMN Lebih Produktif lewat Kolaborasi Swasta
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah menegaskan bahwa aset Badan Usaha Milik Negara tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus dikelola secara produktif agar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Kebijakan itu dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Senin (5/10/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus melanjutkan program streamlining BUMN.

Fokus utamanya adalah pengelolaan aset yang lebih produktif dan efisien.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemerintah akan mengidentifikasi sejumlah aset BUMN yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Optimalisasi ini dirancang untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha dan sektor swasta.

Menurut Airlangga, langkah tersebut diharapkan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram @airlanggahartanto_official pada Selasa (6/10/2026).

Penguatan aset dilakukan melalui proses perencanaan yang terstruktur, terukur, dan matang.

Pendekatan itu diharapkan membawa dampak serta hasil yang optimal bagi kontribusi BUMN terhadap ekonomi Indonesia.

Melalui pendekatan itu, pemerintah menilai aset BUMN dapat dikelola secara lebih efisien tanpa sekadar dipertahankan sebagai kekayaan negara.

Optimalisasi aset juga dipandang dapat memperkuat kontribusi perusahaan pelat merah terhadap perekonomian nasional.

Karena itu, identifikasi aset yang berpotensi dikembangkan menjadi bagian penting dalam kelanjutan program streamlining BUMN.

Pemerintah berharap ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta semakin terbuka luas.

Dengan perencanaan yang terstruktur dan terukur, hasil pengelolaan aset diharapkan lebih optimal.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan agar aset BUMN tidak hanya dipertahankan, tetapi benar-benar produktif dan memberi nilai tambah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru