Program pembagian rekening gratis memang tertunda dari jadwal semula, tetapi tidak dibatalkan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan realisasinya tetap berjalan pada 2026, dengan target 25 juta penerima dari kelompok desil 1 sampai 4.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, program yang seharusnya sudah terealisasi pada November 2026 ini mundur karena pemerintah masih perlu menyelesaikan harmonisasi data dan regulasi. Proses pematangan itu disebut sedang berjalan, dan realisasi pembagian rekening diperkirakan berlangsung dalam dua bulan ke depan, atau menjelang akhir 2026.
"Pembagian rekening gratis tetap dilakukan tahun 2026 meski tertunda," demikian penegasan Airlangga mengenai komitmen pemerintah terhadap program stimulus tersebut.
Satu Orang Satu Rekening Dasar
Prinsip program ini sederhana: satu orang satu rekening bagi warga yang belum memiliki rekening bank. Rekening yang dibagikan adalah rekening dasar yang tidak dipungut biaya, sehingga penerima yang selama ini jauh dari layanan perbankan bisa mulai masuk ke sistem keuangan formal. Kebijakan ini sekaligus menjadi pintu bagi masyarakat prasejahtera untuk menabung dan bertransaksi secara lebih aman.
Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun berdasarkan data Kemenko Perekonomian. Setiap penerima nantinya memperoleh saldo awal sebesar Rp50.000 di rekening barunya.
Siapa Sasarannya?
Sasaran program ini adalah 25 juta orang dari kelompok desil 1 hingga desil 4, yakni lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, dengan syarat usia di atas 17 tahun. Data calon penerima disiapkan oleh BRI dan BSI dari unsur Himbara dengan berbasis pada DTSEN, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Penyusunan data itu dilakukan Kemenko Perekonomian bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pusat Statistik, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Pemerintah belum mengumumkan tanggal persis distribusi rekening maupun mekanisme pengambilan rekening oleh penerima. Rincian peran masing-masing lembaga dalam tahap penyaluran juga belum dijelaskan lebih lanjut.
Tujuan: Bansos Tepat Sasaran dan Inklusi 99 Persen
Di balik program ini, pemerintah mengejar dua sasaran besar. Pertama, penyaluran bantuan sosial diharapkan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran karena dana bantuan bisa langsung masuk ke rekening penerima. Kedua, program ini menjadi pendorong aktivitas produktif penerima bantuan, bukan sekadar saluran penyaluran dana.
Dalam kerangka yang lebih luas, pembagian rekening gratis ini dihubungkan dengan target inklusi keuangan nasional sebesar 99 persen yang ingin dicapai dalam waktu dekat. Dengan 25 juta rekening baru bagi warga desil terbawah, pemerintah berharap hampir seluruh masyarakat Indonesia terhubung dengan layanan keuangan formal dalam waktu tidak lama lagi.
Data Tunggal Jadi Penentu Ketepatan
Penggunaan DTSEN sebagai basis data menjadi penentu utama ketepatan program ini. Dengan satu basis data sosial dan ekonomi nasional yang sama, pemerintah berharap tidak ada lagi tumpang tindih penerima atau warga miskin yang terlewat. Peran BRI dan BSI dalam menyiapkan data penerima menunjukkan bank-bank Himbara akan menjadi garda depan penyaluran, mengingat jaringannya menjangkau hingga ke daerah.
Bagi warga yang masuk kelompok desil 1 sampai 4 dan belum memiliki rekening, tahap berikutnya adalah menunggu pengumuman resmi mengenai waktu dan cara pengambilan rekening. Sampai ada pengumuman itu, kepastian yang bisa dipegang adalah penegasan Airlangga: program tetap jalan tahun ini, dengan anggaran dan target penerima yang sudah ditetapkan.