unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Gunung Bromo Erupsi, Abu Membubung 500 Meter: Status Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah 1 Km
News

Gunung Bromo Erupsi, Abu Membubung 500 Meter: Status Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah 1 Km

Gunung Bromo Erupsi, Abu Membubung 500 Meter: Status Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah 1 Km
Kawah Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, dengan kepulan asap dari kawah aktif. • Jakub Hałun / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
A A Ukuran Teks16px

Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Kamis sore, 5 November 2026, pukul 17.11 WIB. Kolom abu vulkanik membubung sekitar 500 meter di atas puncak dan status gunung tetap berada pada Level II atau Waspada.

Erupsi tersebut teramati dari Pos Pengamatan Gunungapi Bromo di Cemoro Lawang. Petugas mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, yang kemudian terbawa angin ke arah barat. Puncak kolom letusan berada pada ketinggian sekitar 2.829 meter di atas permukaan laut, sementara puncak Bromo sendiri tercatat 2.329 meter di atas permukaan laut.

Secara seismik, erupsi terekam selama kurang lebih 46 detik dengan amplitudo maksimum 23 milimeter. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan erupsi yang perlu diwaspadai, meski belum mengarah pada peningkatan status bahaya.

Kolom Abu 500 Meter dan Status Waspada

PVMBG mempertahankan status Bromo pada Level II atau Waspada. Dalam status ini, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif.

Peringatan itu juga mencakup potensi erupsi freatik yang dapat terjadi secara mendadak tanpa gejala vulkanik yang jelas sebelumnya. Karena itu, pengelola kawasan dan pemandu wisata diminta memastikan tidak ada wisatawan yang mendekati bibir kawah.

Radius 1 Kilometer dari Kawah Aktif

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyebut kondisi di sekitar kawasan Bromo masih terpantau aman hingga Kamis sore. Aktivitas wisata di luar zona larangan tetap dapat berjalan dengan memperhatikan arahan petugas di lapangan.

Kepolisian Resor Probolinggo turut mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, serta mengutamakan keselamatan dengan mematuhi rekomendasi dan arahan petugas dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dalam beberapa hari ke depan, disarankan memantau informasi resmi dari PVMBG dan pengelola taman nasional sebelum berangkat. Perkembangan aktivitas vulkanik Bromo dapat dipantau melalui aplikasi Magma Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru