Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji, mengacungkan jempol atas keberanian Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden oleh mantan Kapolri.
Menurut Susno, langkah Suyudi yang membongkar dugaan penyadapan di lingkungan kepolisian sendiri merupakan wujud nyata komitmen Kapolri baru untuk mengubah dan mereformasi Polri. Tidak semua pimpinan, kata dia, berani membuka persoalan yang justru mencoreng institusinya sendiri.
Disebut Bisa Pulihkan Kepercayaan Publik
Susno menilai pengungkapan aib institusi semacam ini justru dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. Ia menekankan paradigma Polri harus berubah: berani menegakkan hukum secara benar, adil, jujur, dan humanis.
Baginya, keberanian Suyudi menunjukkan bahwa pimpinan Polri saat ini konsekuen dan tidak pandang bulu. Siapa pun yang bersalah harus ditindak, termasuk dalam perkara dugaan penyadapan yang menyeret mantan pimpinan tertinggi kepolisian itu.
Kasus yang Menyita Perhatian
Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden memang menjadi perhatian luas dalam beberapa hari terakhir. Pengungkapannya dinilai ujian besar bagi kepemimpinan baru Polri, sebab pihak yang diduga terlibat bukan orang sembarangan, melainkan mantan Kapolri beserta jajarannya.
Pujian dari Susno, yang pernah menjabat Kabareskrim, menambah daftar respons tokoh kepolisian terhadap langkah Suyudi. Di mata Susno, ketegasan menindak siapa pun yang salah tanpa memandang jabatan adalah kunci agar reformasi di tubuh Polri benar-benar terasa oleh masyarakat.
Dukungan terbuka dari sosok sekaliber Susno tentu menjadi modal moral tersendiri bagi kepemimpinan Suyudi. Pasalnya, perkara dugaan penyadapan ini bukan kasus biasa: dugaan pelanggarannya menyangkut penggunaan kewenangan penyadapan yang seharusnya hanya dijalankan mengikuti prosedur ketat untuk kepentingan penegakan hukum.
Dengan sorotan sebesar itu, kelanjutan pengusutan kasus ini akan terus dipantau publik. Bagi Susno, konsistensi menindak siapa pun yang salah tanpa pandang bulu adalah ukuran nyata apakah reformasi Polri berjalan atau sekadar berhenti sebagai wacana.
Susno sendiri bukan nama asing dalam isu penyadapan di kepolisian. Pengalamannya yang panjang di bidang reserse membuat komentarnya atas perkara ini ikut diperhitungkan dalam perbincangan publik mengenai masa depan penegakan hukum di internal Polri.