unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Heboh! Xiaomi 18 Ultra Terancam Batal Rilis, Spesifikasi 'Dewa' Kalah oleh Harga Gila Rp 30 Juta
News

Heboh! Xiaomi 18 Ultra Terancam Batal Rilis, Spesifikasi 'Dewa' Kalah oleh Harga Gila Rp 30 Juta

Heboh! Xiaomi 18 Ultra Terancam Batal Rilis, Spesifikasi 'Dewa' Kalah oleh Harga Gila Rp 30 Juta
RedMagic 12 Pro+ Cetak Skor Tertinggi Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 di Geekbench 7
A A Ukuran Teks16px

Jagat teknologi tanah air dan global sedang diguncang oleh dinamika terbaru dari raksasa elektronik asal Tiongkok, Xiaomi. Setelah sukses membuat publik terpukau dengan pengumuman lini Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max yang dipastikan mendarat di Indonesia, ekspektasi pasar langsung tertuju pada mahkota seri ini: Xiaomi 18 Ultra.

Namun, euforia tersebut tampaknya harus berhadapan dengan realitas bisnis yang kejam. Berdasarkan bocoran dari dalam industri, Xiaomi 18 Ultra dikabarkan batal meluncur. Ironisnya, pembatalan ini bukan terjadi karena spesifikasi yang kalah saing atau cacat desain, melainkan karena banderol harganya yang dinilai terlalu "gila" dan tidak masuk akal untuk menjangkau pasar massal maupun kelas atas sekalipun.

Lantas, seperti apa sebenarnya sosok Xiaomi 18 Ultra yang konon memiliki spesifikasi kamera paling ekstrem di tahun 2026 ini? Dan mengapa harga menjadi batu sandungan terbesar bagi ambisi Xiaomi? Mari kita bedah tuntas selengkapnya.

Asal-Usul Rumor Pembatalan: Ambisi yang Kandas di Harga

Kabar miring mengenai nasib Xiaomi 18 Ultra pertama kali mencuat dari tipster kenamaan asal Tiongkok yang kerap membagikan bocoran akurat, Digital Chat Station (DCS). Dalam unggahannya, DCS mengindikasikan bahwa perangkat flagship ini sudah tidak lagi masuk dalam peta jalan (roadmap) peluncuran resmi Xiaomi.

Kabar ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan tech-enthusiast. Bagaimana mungkin Xiaomi membatalkan perangkat yang secara spesifikasi sangat ambisius? Jawabannya bermuara pada satu hal krusial: margin keuntungan dan daya beli konsumen.

Xiaomi dikabarkan sempat merencanakan Xiaomi 18 Ultra dengan harga pembuka sekitar CNY 10.000. Jika dikonversikan, angka ini mencapai kisaran Rp 26,7 juta untuk varian dasar RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB. Perlu digarisbawahi, ini adalah harga rilis di pasar Tiongkok dan belum termasuk pajak impor, biaya distribusi, serta penyesuaian kurs jika masuk ke pasar global seperti Indonesia.

Bisa ditebak, jika ponsel ini dipaksakan masuk ke Indonesia, harganya berpotensi tembus jauh di atas Rp 30 juta. Sebuah angka yang setara dengan harga sebuah mobil city car atau kamera mirrorless profesional kelas atas.

Lompatan Harga yang Tidak Masuk Akal

Untuk memahami mengapa harga CNY 10.000 dianggap sebagai "bunuh diri" secara komersial, kita perlu melakukan komparasi dengan generasi sebelumnya.

Pendahulunya, Xiaomi 17 Ultra, dirilis dengan harga awal CNY 7.000 (sekitar Rp 18,6 juta) untuk varian RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB. Sementara itu, edisi kolaborasi Leica dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB dibanderol CNY 8.000.

Jika rumor harga Xiaomi 18 Ultra ini valid, konsumen tidak hanya dipaksa membayar 40% lebih mahal, tetapi ironisnya, mereka justru mendapatkan kapasitas penyimpanan dasar yang lebih kecil (256 GB) untuk harga yang jauh lebih tinggi.

DCS menduga, manajemen puncak Xiaomi akhirnya menyadari bahwa angka CNY 10.000 adalah risiko yang terlalu besar. Konsumen kelas atas (high-end) kini semakin selektif dan rasional dalam membelanjakan uangnya. Mereka enggan membayar harga premium hanya untuk gengsi, melainkan menuntut nilai guna yang sepadan.

Spesifikasi Kamera "Dewa": Tiga Sensor 200 MP!

Jika Anda bertanya-tanya mengapa biaya produksi (BOM) perangkat ini bisa membengkak begitu rupa, jawabannya terletak pada modul kameranya. Xiaomi 18 Ultra tidak main-main; mereka merancang smartphone yang lebih mirip dengan kamera saku profesional yang dipaksa masuk ke dalam saku celana.

Bocoran menyebutkan bahwa ponsel ini akan mengadopsi konfigurasi Triple Camera 200 MP. Berikut adalah rincian spesifikasi gila yang dikabarkan:

  • Kamera Utama (Main): Menggunakan sensor 200 MP berukuran raksasa 1/1,12 inci. Sensor ini dilengkapi dengan teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor) yang mampu menangkap dynamic range luar biasa. Teknologi ini secara efektif mencegah foto overexpose atau gosong pada kondisi kontras tinggi, seperti memotret langsung ke arah matahari.
  • Kamera Telefoto Periskop: Ini adalah bintang utamanya. Sensor 200 MP berukuran 1/1,28 inci dipasangkan dengan lensa continuous optical zoom. Artinya, Anda bisa melakukan zoom optik di berbagai rentang focal length (misal dari 75mm ke 120mm) tanpa kehilangan kualitas gambar, sebuah terobosan besar untuk fotografi smartphone.
  • Kamera Ultrawide: Tidak mau kalah, lensa sudut ultra-lebar ini juga menggunakan sensor 200 MP berukuran 1/1,56 inci. Ini memastikan detail foto lanskap atau arsitektur tetap tajam dan minim noise hingga ke tepi frame.

Tidak heran jika sebagian besar biaya riset, pengembangan, dan komponen tersedot habis oleh sistem kamera ini. Xiaomi seolah dihadapkan pada dilema besar: memangkas kualitas kamera agar harga turun, atau mempertahankan kualitas "Dewa" ini namun mengorbankan kapasitas memori dasar dan harga jual.

Sisa Spesifikasi Flagship yang Sayang Jika Dilewatkan

Di luar revolusi kameranya, sasis Xiaomi 18 Ultra juga dirancang untuk memanjakan para pecinta teknologi. Perangkat ini dikabarkan menggunakan chipset flagship terbaru dari Qualcomm, Snapdragon 8 Gen 5, yang dipadukan dengan layar datar (flat display).

Yang paling memukau, layar tersebut memiliki bezel yang hampir mustahil, yakni hanya sekitar 1 mm di keempat sisinya. Hal ini memberikan pengalaman visual full-screen yang sangat imersif. Ditambah lagi, kehadiran speaker stereo simetris menjanjikan kualitas audio kelas atas, menjadikannya paket multimedia yang sempurna untuk konsumsi konten dan gaming.

Fact-Check: Apakah Ini Akhir dari Era "Ultra" Xiaomi?

Hingga artikel ini diturunkan pada Selasa, 6 Oktober 2026, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Xiaomi mengenai pembatalan tersebut.

Bahkan, beberapa pengamat mencatat bahwa postingan asli DCS yang menjadi sumber rumor ini sempat dihapus atau tidak dapat diakses. Hal ini memunculkan spekulasi baru di kalangan jurnalis teknologi bahwa informasi tersebut mungkin masih berupa draf awal, uji coba pasar (trial balloon), atau sekadar wacana internal yang belum mendapat persetujuan final dari dewan direksi.

Namun, wacana harga CNY 10.000 ini berhasil membuka mata kita pada tren industri smartphone saat ini. Xiaomi bukanlah satu-satunya yang bermain di "kandang" harga ekstrem ini. Rumor dari kubu rival seperti vivo X500 Ultra dan Oppo Find X10 Ultra juga mengarah pada perang spesifikasi kamera dengan banderol yang sama gilanya.

Kesimpulan: Menunggu Gebrakan Selanjutnya

Pertanyaannya sekarang, apakah CNY 10.000 akan perlahan menjadi standar harga baru untuk smartphone kamera kelas "Ultra"? Ataukah konsumen akan menolak keras dan memilih untuk tetap menggunakan kamera mirrorless profesional untuk kebutuhan fotografi serius?

Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu dan melihat. Apakah Xiaomi 18 Ultra akan benar-benar dibatalkan, atau Xiaomi akan menemukan "jalan tengah" dengan merevisi spesifikasinya—mungkin memangkas satu sensor 200 MP—agar harganya lebih masuk akal di kantong konsumen?

Kita nantikan saja gebrakan selanjutnya dari raksasa bertema "Mi" ini. Bagaimana menurut Anda, Lur? Apakah Anda rela merogoh kocek Rp 30 juta lebih untuk sebuah smartphone, atau lebih baik beli kamera profesional saja? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru