unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Prospek Saham EBT Tetap Cerah sampai 2027, BREN dan PGEO Tumbuh
News

Prospek Saham EBT Tetap Cerah sampai 2027, BREN dan PGEO Tumbuh

Ilustrasi pembangkit listrik energi baru dan terbarukan
Prospek Saham EBT Tetap Cerah sampai 2027, BREN dan PGEO Tumbuh
A A Ukuran Teks16px

Prospek saham sektor energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksi tetap positif hingga 2027. Proyeksi ini bertahan meski kinerja keuangan emiten pada semester I-2026 belum seragam.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat pertumbuhan laba bersih.

Sementara PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) masih mengalami penurunan kinerja pada periode yang sama.

Kinerja Emiten EBT Semester I-2026

Laba periode berjalan BREN tumbuh 29% secara tahunan menjadi US$ 105,98 juta pada semester I-2026.

Pendapatan BREN naik dari US$ 300,07 juta menjadi US$ 334,44 juta.

PGEO mencatat lonjakan laba bersih 15,48% secara tahunan mencapai US$ 79,61 juta. Pendapatan perusahaan naik 14,7% menjadi US$ 235,03 juta.

Berbeda dengan kedua emiten itu, KEEN mencatat penurunan laba bersih 24,7% secara tahunan menjadi US$ 6,2 juta.

Pendapatan KEEN melorot 11,5% secara tahunan ke US$ 16,8 juta.

Perbedaan performa dipicu karakteristik bisnis dan kondisi operasional yang bervariasi. Faktor lain meliputi biaya operasional, nilai tukar, tarif listrik, volume produksi, hingga kontribusi proyek baru.

Kebutuhan pasokan listrik yang terus meningkat dan agenda transisi energi diprediksi menopang prospek sektor EBT hingga 2027.

Dorongan juga datang dari pipelined proyek, kepastian kontrak jangka panjang, dan regulasi pemerintah.

Meski begitu, kebutuhan belanja modal tinggi, perizinan, fluktuasi suku bunga, dan potensi keterlambatan proyek masih menjadi tantangan. Emiten dengan kepastian offtaker dan neraca sehat dinilai lebih menarik.

Ekspansi kapasitas diperkirakan tetap menjadi agenda mendasar pelaku industri EBT untuk menambah pendapatan. Namun, pendanaan proyek baru dalam jangka pendek berisiko menekan arus kas emiten.

PGEO mencatat peningkatan operasional dengan produksi listrik hingga Juli 2026 mencapai rekor 3.222 GWh atau tumbuh 12,7% secara tahunan.

Tingkat keandalan pembangkit berada pada availability factor 99,51% dengan capacity factor rata-rata 90,2%.

Proyeksi laba bersih FY2026 PGEO diperkirakan mencapai US$ 144,9 juta.

Pengembangan kapasitas jangka menengah ditopang proyek Ulubelu Binary 30 MW pada 2027, Hululais 1 dan 2 sebesar 110 MW pada 2028, serta Gunung Tiga 2 x 27,5 MW pada 2029.

Rangkaian proyek itu diproyeksi mendongkrak total kapasitas terpasang PGEO dari 727 MW menjadi 988 MW pada 2028.

Proyek Lumut Balai Unit 3 dan 4 masing-masing 55 MW dijadwalkan beroperasi komersial pada 2030 dan 2032.

Katalis tambahan PGEO berasal dari rencana akuisisi aset Geo Dipa 120 MW, potensi penandatanganan PPA co-generation 230 MW di kuartal IV-2026, serta peluang peninjauan Perpres 112 Tahun 2022.

Langkah mitigasi dapat ditempuh melalui optimalisasi waduk serta diversifikasi portofolio ke sumber energi geothermal maupun surya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru