Gianni Infantino masih memimpin perolehan dukungan menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 di Maroko.
Dari 211 federasi anggota, 87 menyatakan dukungan, sementara 49 menolak dan sisanya belum menentukan sikap.
Nasser Al Khelaifi menegaskan tidak akan menantang Infantino meski sempat disebut didorong sejumlah konfederasi Eropa dan Asia.
Presiden Paris Saint-Germain itu menyatakan tidak tertarik pada posisi di FIFA dan memilih fokus mengelola klub serta proyek sepak bola yang sedang dijalankan.
Penolakan Menguat di Eropa
Gelombang penolakan terhadap Infantino terutama menguat di Eropa setelah kontroversi rencana penjualan sebagian hak komersial turnamen FIFA kepada investor swasta.
Rencana itu dibatalkan empat hari setelah pembicaraan dengan investor asal New York, Josh Kushner, terungkap ke publik.
UEFA menjadi poros utama penentangan dan bersama pimpinan CONCACAF serta Konfederasi Sepak Bola Asia berkomitmen menyiapkan setidaknya satu kandidat.
UEFA juga meminta Infantino mundur dan menyatakan tengah menyiapkan laporan pidana terkait rencana investasi tersebut.
FIFA membalas langkah UEFA dengan menyebut rencana laporan itu sebagai kampanye pencemaran nama baik.
Sikap federasi Eropa tidak sepenuhnya seragam karena Azerbaijan tetap mendukung Infantino.
Lebih dari sepertiga anggota FIFA belum menentukan pilihan, sebagian karena khawatir menghadapi konsekuensi politik.
Di Afrika, komite eksekutif CAF pada Agustus menyatakan dukungan bulat kepada Infantino, meski belum dipastikan seluruh anggotanya mengikuti keputusan tersebut.
Di Amerika Selatan, seluruh 10 anggota CONMEBOL mendukung Infantino, termasuk Argentina.
CONMEBOL juga mendorong perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim, usulan yang ditolak UEFA.
Di Asia, AFC ikut mengkritik Infantino, tetapi anggotanya terbelah karena Qatar mendukung dan Yordania menolak.
Di CONCACAF, Amerika Serikat dan Kanada berada di kubu penentang, sementara Meksiko mendukung Infantino.
Dari Oseania, Kepulauan Solomon, Tahiti, dan Kaledonia Baru mendukung Infantino, sedangkan Selandia Baru menarik dukungannya pada Agustus.
Menurut Associated Press, perubahan peta dukungan mulai terlihat setelah rencana investasi mencuat.
Pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium pada 19 Juli, Infantino masih dinilai memperoleh dukungan dari hampir seluruh federasi FIFA.
Sembilan hari kemudian, laporan mengenai pembicaraan Infantino dengan Josh Kushner untuk membentuk anak perusahaan FIFA muncul ke publik.
Entitas itu disiapkan untuk mengelola turnamen seperti Piala Dunia, tetapi rencana tersebut kemudian dibatalkan setelah mendapat reaksi keras dari sepak bola Eropa dan sejumlah pejabat senior FIFA.
Setelah polemik investasi itu, dukungan dari sejumlah federasi Eropa mulai tergerus.
Associated Press melaporkan belum ada presiden FIFA yang sedang menjabat kalah dalam pemilihan selama 50 tahun terakhir.
Untuk maju, kandidat harus aktif dalam sepak bola setidaknya selama dua dari lima tahun sebelum pencalonan dan memperoleh dukungan minimal lima dari 211 federasi anggota.
Jika terdapat tiga kandidat atau lebih, kandidat harus lebih dahulu meraih dua pertiga suara dari anggota yang hadir dan berhak memilih.
Jika ambang itu tidak tercapai, kandidat dengan suara paling sedikit tersingkir pada setiap putaran hingga tersisa dua kandidat atau seseorang mencapai dua pertiga suara.
Sejumlah federasi masih menahan pilihan mereka.
Spanyol, menurut sumber tersebut, diperkirakan tidak terbuka karena sedang bersaing dengan Maroko, sekutu dekat Infantino, untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030.
