unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IHSG Jatuh 1,88 Persen ke 6.031,28, Sembilan Sektor Melemah
News

IHSG Jatuh 1,88 Persen ke 6.031,28, Sembilan Sektor Melemah

Ilustrasi penurunan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG Jatuh 1,88 Persen ke 6.031,28, Sembilan Sektor Melemah
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 1,88 persen ke level 6.031,28 pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Pelemahan terjadi di Bursa Efek Indonesia setelah risalah rapat The Fed memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Risalah rapat September menunjukkan mayoritas pejabat The Fed memperkirakan satu kenaikan bunga lagi untuk menjaga inflasi. Tekanan itu membuat pasar saham Asia ikut melemah.

Indeks LQ45 juga turun 1,99 persen atau 12,08 poin menjadi 593,64.

Perdagangan mencatat 1,93 juta transaksi dengan volume 57,24 miliar saham senilai Rp12,60 triliun.

Jumlah saham yang turun mencapai 518, sedangkan 187 saham menguat dan 258 saham tidak berubah. Sembilan sektor melemah, dengan energi turun paling dalam 2,76 persen.

Sektor infrastruktur menyusul melemah 2,70 persen dan industri 2,27 persen. Data tersebut dikutip dari Bursa Efek Indonesia.

Tekanan dari Ekspektasi Kebijakan Moneter AS

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai tekanan berasal dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.

"IHSG dan Bursa regional Asia melemah, pasar tampaknya dipengaruhi risalah The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 untuk menjaga inflasi yang masih berada di atas target 2 persen," ujar Nico.

Menurut Nico, sebagian besar pembuat kebijakan menilai kenaikan bunga dapat dilakukan pada akhir tahun. Keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi, prospek pertumbuhan, dan keseimbangan risiko.

"Kondisi tersebut tentunya menambah volatilitas pasar," ujar Nico.

Risiko inflasi juga meningkat akibat harga minyak yang naik di tengah kekhawatiran eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Gangguan berkelanjutan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz turut menambah tekanan.

Menurut Nico, perkembangan geopolitik tersebut berpotensi mempertahankan imbal hasil obligasi pada level tinggi. Periode suku bunga tinggi pun berpotensi berlanjut sepanjang 2026.

"Ini bertentangan dengan harapan umum bahwa Presiden Donald Trump akan menahan diri dari meningkatkan ketegangan dengan Teheran menjelang pemilihan November 2026," ujar Nico.

Sebelumnya, IHSG pada 7 Oktober 2026 turun 0,75 persen menjadi 6.146,72 setelah mengakhiri kenaikan tiga hari beruntun.

Pada hari yang sama, emas dunia turun 1,25 persen menjadi US$4.114,08 per ons setelah risalah rapat The Fed 15-16 September dirilis.

Risalah tersebut menunjukkan kenaikan suku bunga pada September disetujui bulat. Mayoritas pejabat melihat kemungkinan kenaikan tambahan hingga akhir tahun karena risiko inflasi dinilai condong naik.

Pada perdagangan 8 Oktober, sektor kesehatan menjadi salah satu dari dua sektor yang menguat, masing-masing tercatat 1,15 persen dan 0,56 persen.

Sementara itu, Nikkei turun 1,13 persen, Shanghai 0,79 persen, Kospi 2,62 persen, Hang Seng 1,43 persen, dan Strait Times 3,46 persen.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru