Malaysia Airlines, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan Novus Technologies Pte. Ltd. (Novus) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Oktober 2026.
Kemitraan ini menjajaki integrasi layanan penerbangan, perbankan, dan teknologi digital untuk mempermudah perjalanan serta transaksi lintas negara bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Ruang lingkup kerja sama mencakup lima bidang utama yang menggabungkan kapabilitas bisnis masing-masing perusahaan.
Pengembangan tersebut masih berada pada tahap eksplorasi untuk mencari peluang integrasi layanan bagi pelanggan dan pelaku usaha.
Lima Bidang Kerja Sama
Lima bidang yang menjadi perhatian bersama meliputi pembayaran dan layanan keuangan untuk mendukung kebutuhan transaksi pelanggan.
Kedua, valuta asing atau foreign exchange (FX) serta layanan treasury.
Ketiga, pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI) untuk memahami kebutuhan konsumen.
Keempat, kolaborasi pemasaran antara perusahaan yang terlibat, dan kelima, integrasi ekosistem program loyalitas.
Melalui bidang-bidang tersebut, ketiga perusahaan akan mengevaluasi kemungkinan pengembangan pembayaran lintas negara, peningkatan solusi valuta asing dan treasury, serta penggunaan data untuk mengenali kebutuhan pelanggan.
Pemasaran bersama dan keterhubungan program loyalitas juga menjadi bagian dari rencana kolaborasi.
Peran setiap perusahaan saling melengkapi dalam inisiatif ini.
Malaysia Airlines membawa jaringan penerbangan yang menjangkau berbagai destinasi di Asia, Australia, Eropa, dan kawasan lain.
BCA menyediakan kapabilitas perbankan, sedangkan Novus mendukung integrasi teknologi antarek osistem.
Kinerja Penerbangan Indonesia-Malaysia
Kemitraan ini berlangsung ketika Malaysia Airlines mencatat kinerja operasional yang positif.
Pada September 2026, maskapai nasional Malaysia tersebut memperoleh pengakuan sebagai Most On-Time International Airline 2026 dari pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia.
Selain pengakuan tersebut, penerbangan pada rute Jakarta (CGK)-Kuala Lumpur (KUL) membukukan ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) sebesar 92,19% secara year-to-date hingga Agustus 2026.
Angka ini menggambarkan capaian ketepatan waktu pada salah satu jalur penerbangan internasional yang menghubungkan kedua negara.
CEO of Airline Business Malaysia Aviation Group (MAG), Bryan Foong, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam jaringan pasar internasional Malaysia Airlines.
Tingginya permintaan perjalanan, hubungan bisnis yang erat, dan kedekatan masyarakat menjadi faktor yang mendukung hubungan tersebut.
"Indonesia merupakan salah satu pasar internasional terpenting kami, didukung oleh tingginya permintaan perjalanan, hubungan bisnis yang kuat, serta kedekatan masyarakat kedua negara," ujar Bryan.
Ia menilai penyatuan kemampuan perusahaan penerbangan, perbankan, dan teknologi dapat menjadi dasar bagi terbentuknya layanan yang lebih terhubung, baik untuk wisatawan maupun kalangan bisnis.
"Melalui integrasi perjalanan, pembayaran, loyalty, dan kemampuan digital, kami ingin membuka peluang baru, memperkuat konektivitas, serta mendukung pertumbuhan koridor Malaysia-Indonesia," katanya.
Dukungan BCA dan Peran Novus
Dari sektor perbankan, Deputy President Director BCA, Armand Hartono, menyebut puluhan juta nasabah BCA melakukan perjalanan, berbelanja, atau menjalankan kegiatan bisnis di berbagai negara kawasan Asia.
Aktivitas tersebut menjadi salah satu konteks bagi pengembangan layanan yang dapat digunakan nasabah ketika berada di luar Indonesia.
Menurut Armand, penggabungan kapabilitas pembayaran, penyelesaian transaksi, dan layanan digital BCA dengan jaringan Malaysia Airlines serta dukungan Novus berpotensi memperluas jangkauan pelayanan perbankan.
Fokusnya adalah membantu kebutuhan nasabah dalam berbagai tahap perjalanan lintas negara.
"Menggabungkan kemampuan pembayaran, settlement, dan digital BCA dengan Malaysia Airlines dan Novus memungkinkan kami melayani nasabah di luar perbatasan Indonesia, terutama pada momen-momen penting dalam perjalanan mereka," ujar Armand.
President and CEO Novus Technologies Pte.
Ltd., Ricardos Khoury, menyoroti bahwa perjalanan antara Indonesia dan Malaysia masih melibatkan berbagai sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peran teknologi dalam kemitraan tiga perusahaan.
Novus akan bertindak sebagai penghubung yang membantu mengintegrasikan ekosistem Malaysia Airlines dan BCA, termasuk afiliasi kedua institusi.
Peran tersebut ditujukan untuk mendukung keterhubungan layanan yang sebelumnya berjalan melalui sistem berbeda.
"Novus bangga dapat menjadi jembatan antara kedua ekosistem ini, sebagai mitra teknologi dan integrasi yang memungkinkan kedua institusi beserta afiliasinya saling terhubung," ujar Ricardos.
Melalui pendekatan ini, konsumen diharapkan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan manfaat tambahan dari keterhubungan pembayaran serta program loyalitas.
Bagi pelaku usaha, integrasi tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran transaksi internasional.
Malaysia Airlines, BCA, dan Novus akan mengeksplorasi peluang untuk menghubungkan jaringan penerbangan, layanan keuangan, serta teknologi digital dalam satu ekosistem.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan komersial Indonesia-Malaysia melalui layanan yang lebih terintegrasi.
