unique visitors counter
⌂ Beranda › News › EU dan China Sepakati Kesepakatan Dagang Sementara, Impor Mobil Hibrida Bisa Turun
News

EU dan China Sepakati Kesepakatan Dagang Sementara, Impor Mobil Hibrida Bisa Turun

Ilustrasi kesepakatan dagang Uni Eropa dan China terkait ekspor mobil hibrida
EU dan China Sepakati Kesepakatan Dagang Sementara, Impor Mobil Hibrida Bisa Turun
A A Ukuran Teks16px

Uni Eropa dan China mencapai kesepakatan awal yang luas pada Jumat setelah dua hari perundingan untuk meredakan ketegangan dagang yang meningkat.

Kesepakatan itu diumumkan oleh Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic, meski belum ada rincian resmi dari kedua pihak.

Sefcovic menyatakan kesepakatan mencakup penurunan tarif untuk sejumlah barang Eropa yang masuk ke China serta langkah-langkah menstabilkan rantai pasok logam tanah jarang.

Menurutnya, kesepakatan ini dapat memangkas hingga 50 persen impor kendaraan listrik dan hibrida plug-in asal China ke Uni Eropa.

Penurunan tarif disebut akan menguntungkan hampir semua negara anggota Uni Eropa.

Namun kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa.

Sefcovic menegaskan langkah ini mencegah jutaan ekspor mobil dari China masuk ke pasar Uni Eropa.

Latar Belakang Ketegangan Dagang

Kedua pihak berupaya menyelesaikan faktor utama di balik surplus dagang China yang terus membengkak.

Surplus dagang China terhadap Uni Eropa mencapai 360 miliar euro atau sekitar 410 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Menteri Perdagangan China Wang Wentao menyampaikan kekhawatiran atas langkah restriktif Uni Eropa dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menegaskan China bukan akar masalah Uni Eropa, melainkan mitra dalam mencari solusi.

Ketua Asosiasi Produsen Mobil Eropa Sigrid de Vries menilai kesepakatan ini mencegah ketidakstabilan lebih lanjut di Uni Eropa.

Menurutnya, kesepakatan dapat memfasilitasi transisi ke era baru kehadiran China di pasar Eropa secara teratur dan menguntungkan semua pihak dalam jangka panjang.

Sefcovic akan melaporkan hasil perundingan kepada para pemimpin Uni Eropa yang bertemu di Brussels pekan depan untuk meminta persetujuan.

Ia menyebut China berpotensi mengancam seluruh sektor industri Eropa dan ribuan lapangan kerja.

Pertemuan lanjutan akan dilakukan melalui video pada Januari dan secara langsung pada Maret.

Ketegangan yang Meningkat

China mendesak Uni Eropa menghentikan pemblokiran impor mesin pembuat cip komputer canggih.

Restriksi tersebut diberlakukan atas alasan keamanan nasional atas permintaan Amerika Serikat.

Sefcovic sebelumnya menyatakan perundingan pekan ini merupakan puncak kerja intensif selama tiga bulan.

Ia menetapkan tenggat Oktober untuk hasil bermakna dalam penyeimbangan perdagangan.

Kementerian Perdagangan China mendesak Uni Eropa menghindari langkah proteksionis dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut bisa berdampak balik.

Ketegangan dagang meningkat dalam beberapa bulan terakhir dengan kedua pihak memberlakukan atau mempertimbangkan pembatasan impor satu sama lain.

Uni Eropa membatasi impor kendaraan listrik dan baterai buatan China serta memberlakukan langkah melindungi industri baja Eropa.

Uni Eropa juga membatasi impor bebas bea paket kecil e-commerce yang menyasar perusahaan fast fashion China.

Pekan lalu, China meluncurkan investigasi antidumping terhadap impor p-nitrotoluena dari Uni Eropa, senyawa kimia untuk pewarna dan farmasi.

Pejabat dan pelaku usaha China menyuarakan kekhawatiran atas laporan bahwa sejumlah anggota Uni Eropa mendorong langkah baru melindungi industri lokal.

Surplus dagang global China melampaui 1 triliun dolar AS tahun lalu.

Kekhawatiran atas lonjakan ekspor China ke Eropa dan dunia yang disebut China shock 2.0 semakin dalam seiring Amerika Serikat menaikkan tarif.

Surplus dagang global China mencapai 1,2 triliun dolar AS pada 2025 dan diperkirakan melampaui 1 triliun dolar AS lagi tahun ini.

Defisit dagang Uni Eropa dengan China melebar menjadi 103,34 miliar euro atau sekitar 116 miliar dolar AS pada kuartal kedua.

Impor Uni Eropa dari China naik menjadi 153,63 miliar euro atau 172,3 miliar dolar AS, sementara ekspor Eropa ke China mencapai 50,3 miliar euro atau 56,4 miliar dolar AS.

Pada Rabu, Jerman memblokir penjualan perusahaan logistik besar di Pelabuhan Hamburg kepada perusahaan pelayaran milik negara China, Cosco, karena alasan keamanan.

Kementerian Ekonomi Jerman menyatakan akuisisi itu akan memperdalam ketergantungan dan membahayakan ketahanan rantai pasok di Jerman dan Uni Eropa.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru