unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kebakaran Tanjung Puting Meluas, Relawan Desak Water Bombing
News

Kebakaran Tanjung Puting Meluas, Relawan Desak Water Bombing

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting
Kebakaran Tanjung Puting Meluas, Relawan Desak Water Bombing
A A Ukuran Teks16px

Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, memicu desakan publik agar pemerintah mempercepat bantuan pemadaman.

Relawan yang berupaya mengendalikan api di kawasan konservasi itu menghadapi kesulitan, sehingga dukungan tambahan dinilai mendesak.

Gelombang dukungan muncul di media sosial setelah relawan menyampaikan surat terbuka pada Minggu (11/10/2026).

Warganet meminta percepatan penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.

Desakan Water Bombing dan Kendala di Lapangan

Desakan publik terutama berkaitan dengan kebutuhan tambahan dukungan pemadaman.

Relawan meminta pemerintah mengerahkan bantuan pemadaman dari udara atau water bombing karena upaya di lapangan belum menunjukkan hasil signifikan.

Kondisi kebakaran membuat tim gabungan Yayasan Orang utan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman.

Pantauan di kolom komentar akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal pada Senin (12/10) menunjukkan lebih dari 5.000 komentar terkait situasi kebakaran Taman Nasional Tanjung Puting.

Sejumlah komentar berisi apresiasi terhadap relawan yang tetap membantu proses penanganan kebakaran.

Dukungan tersebut diberikan bersamaan dengan permintaan agar penanganan mendapat perhatian lebih cepat.

Selain dukungan, terdapat pula komentar yang menyampaikan kekecewaan mengenai bantuan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Tanjung Puting.

Warganet menyoroti pentingnya respons terhadap kawasan wisata tersebut.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, menjelaskan adanya hambatan dalam upaya pemadaman melalui udara.

"Kendala karena visibility rendah jadi pemadaman lewat udara/heli WB terhambat," kata Suharyanto dikutip dari detikNews.

Menurut Suharyanto, kabut asap yang tebal membuat pengoperasian helikopter untuk melakukan water bombing mengalami kendala.

Kondisi jarak pandang menjadi faktor yang menghambat bantuan pemadaman dari udara.

Penanganan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting melibatkan relawan dan tim gabungan yang sebelumnya melakukan upaya pemadaman langsung di lokasi.

Dukungan tambahan masih menjadi perhatian publik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru