unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Bibit Kenalkan SIP dan Disiplin Investasi Berkala di Yogyakarta
News

Bibit Kenalkan SIP dan Disiplin Investasi Berkala di Yogyakarta

Ilustrasi edukasi investasi reksa dana melalui platform digital
Bibit Kenalkan SIP dan Disiplin Investasi Berkala di Yogyakarta
A A Ukuran Teks16px

PT Bibit Tumbuh Bersama mendukung penguatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan risiko investasi melalui program edukasi keuangan di Yogyakarta pada 8-9 Oktober 2026.

Kegiatan itu menjadi bagian dari Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana yang menyasar perluasan literasi dan inklusi investasi.

Program tersebut dikembangkan dari metode Systematic Investment Plan (SIP) yang diperkenalkan Bibit. id beberapa tahun lalu.

Pendekatan ini mendorong masyarakat membangun kebiasaan berinvestasi secara teratur dengan setoran yang disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan keuangan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital dan edukasi keuangan, Bibit berupaya membantu masyarakat memahami beragam instrumen investasi, termasuk reksa dana.

Pengetahuan itu diperlukan agar keputusan investasi dapat dibuat secara bijak dengan mempertimbangkan kebutuhan dan sasaran keuangan masing-masing.

Metode SIP dan Disiplin Investasi Berkala

SIP menerapkan investasi berkala dengan nominal tetap berdasarkan jangka waktu serta target keuangan.

Metode ini menggabungkan konsep bunga berbunga atau the Power of Compounding dengan Dollar Cost Averaging (DCA), yakni pembelian instrumen investasi secara berkala menggunakan jumlah dana yang telah ditentukan.

Setoran investasi dalam skema tersebut dapat dilakukan secara otomatis melalui autodebet.

Mekanisme ini membantu menjaga keteraturan investasi tanpa mengharuskan investor menyediakan modal besar sekaligus.

Dalam jangka panjang, konsistensi setoran memberikan peluang bagi dana investasi untuk berkembang melalui efek bunga berbunga.

Otomatisasi pembayaran juga dapat membantu investor mempertahankan disiplin dan mengurangi kecenderungan mencairkan dana sebelum target keuangan tercapai.

Pelaksanaan PINTAR Reksa Dana di Yogyakarta menjadi bagian dari program Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai reksa dana syariah, memperluas akses investasi, serta memperkuat perlindungan investor.

Yogyakarta dipilih sebagai kota pembuka rangkaian SOSEDU Reksa Dana Syariah semester II-2026.

Setelah kegiatan di kota tersebut, program direncanakan berlanjut ke Cirebon, Kendari, Palembang, dan Balikpapan, sebelum rangkaiannya berakhir di Jakarta.

Program edukasi ini berlangsung ketika jumlah investor reksa dana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan pertumbuhan.

Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto mencatat terdapat 375.672 SID investor reksa dana di wilayah tersebut pada Agustus 2026, atau meningkat 40,16% secara tahunan.

Di tingkat nasional, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 32,17 juta pada akhir September 2026.

Angka tersebut meningkat lebih dari 50% dibandingkan jumlah pada awal tahun.

Menanggapi perkembangan tersebut, Eko menyoroti peningkatan perhatian masyarakat terhadap instrumen reksa dana, baik secara nasional maupun di wilayah DIY.

"Perkembangan jumlah investor reksa dana secara nasional dan di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan meningkatnya pertimbangan masyarakat terhadap reksa dana," ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Sebagai mitra dalam kegiatan SOSEDU, Bibit memberikan materi edukasi kepada sejumlah kelompok masyarakat, meliputi wartawan, mahasiswa, komunitas, dan pelajar.

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya pemahaman produk dan risiko di tengah bertambahnya jumlah investor.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.

id William menyampaikan bahwa perluasan akses investasi perlu disertai pengetahuan yang memadai agar masyarakat dapat memilih instrumen sesuai kebutuhan keuangan mereka.

"Inklusi tidak berhenti pada kemudahan membuka akses investasi.

Masyarakat juga perlu memahami produk yang dipilih, risiko yang menyertainya, dan bagaimana investasi tersebut dapat mendukung tujuan keuangan mereka," ujar William.

William juga menjelaskan peran edukasi berkelanjutan dan teknologi digital dalam memperluas akses investasi.

Menurutnya, kebiasaan menyisihkan dana secara rutin dapat membantu membangun disiplin keuangan apabila penerapannya disesuaikan dengan kemampuan serta profil risiko setiap investor.

Melalui pengembangan SIP dan dukungan terhadap PINTAR Reksa Dana, Bibit menempatkan keteraturan investasi dan pemahaman risiko sebagai bagian dari edukasi keuangan.

Upaya tersebut berjalan seiring dengan pelaksanaan program SOSEDU yang memperkenalkan reksa dana syariah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses dan perlindungan investor.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru