AS Roma kembali tampil di Liga Champions dan langsung menghadapi ujian berat melawan Real Madrid di Stadion Olimpico pada 14 Oktober 2026.
Pelatih Gian Piero Gasperini menekankan pentingnya dukungan suporter serta kedisiplinan permainan untuk menghadapi tim tamu yang diperkuat deretan pemain kelas dunia.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Roma memasuki pertandingan dengan modal pertahanan solid.
Tim asuhan Gasperini baru kebobolan empat gol di seluruh kompetisi musim ini dan mencatat empat nirbobol dalam tujuh pertandingan liga, termasuk saat menghadapi Como.
Gasperini menilai pertandingan berintensitas tinggi seperti ini telah lama dinantikan masyarakat Roma.
Ia juga menyadari besarnya tantangan yang dibawa Real Madrid ke ibu kota Italia.
"Pertandingan seperti ini sudah lama tidak hadir, dan kota ini telah menantikannya selama bertahun-tahun.
Malam ini kami menghadapi lawan yang sangat tangguh," ujar Gasperini dalam wawancara dengan Prime Video sebelum pertandingan.
Pelatih Roma tersebut juga menyoroti dukungan besar yang akan diberikan publik Stadion Olimpico.
Menurutnya, atmosfer stadion dapat menjadi dorongan penting, meskipun hasil akhir tetap bergantung pada kemampuan pemain di lapangan.
"Kami sudah mengetahui hal itu, tetapi di lapangan tetap sebelas lawan sebelas. Kami akan mengandalkan kekuatan sendiri, sementara di sekeliling kami ada dukungan yang luar biasa," kata Gasperini.
Corriere dello Sport mencatat sekitar 65.000 penonton diperkirakan memenuhi stadion untuk menyaksikan pertemuan kedua tim.
Real Madrid menjadi lawan yang paling sering dihadapi Roma dalam sejarah Liga Champions, dengan total 12 pertemuan dan hanya satu kemenangan bagi klub Italia tersebut.
Fokus Gasperini pada Disiplin Lini Belakang
Perhatian utama Gasperini tertuju pada kemampuan lini belakang menghadapi kecepatan penyerang Real Madrid.
Vinicius, Jude Bellingham, dan Kylian Mbappé menjadi ancaman yang harus diantisipasi melalui koordinasi serta kedisiplinan pemain bertahan.
"Mereka adalah ujian melawan pemain-pemain terbaik di dunia.
Kecepatan mereka akan menjadi tantangan berat; jika ruang terbuka, kami harus mampu mengatasinya dengan baik, baik secara individu maupun kolektif," ujar Gasperini.
Roma memiliki sejumlah pilihan di lini pertahanan.
Gianluca Mancini, Evan Ndicka, dan Mario Hermoso tetap menjadi pemain andalan, sementara Leonardo Balerdi dan Konstantinos Koulierakis menambah kedalaman skuad.
Performa mereka mendapat perhatian setelah Roma mampu mempertahankan kekompakan ketika menghadapi Como meskipun bermain dengan sepuluh pemain selama hampir seluruh babak kedua.
Gasperini menjelaskan pendekatan yang ingin diterapkan Roma dalam pertandingan besar.
Ia tidak hanya mengharapkan timnya bertahan, tetapi juga berusaha memberikan tekanan kepada lawan dan memaksimalkan kemampuan sendiri.
"Kami harus berani mencoba, mencari cara untuk menyulitkan lawan, dan menampilkan permainan terbaik kami," tutur Gasperini.
Menurut Corriere dello Sport, Roma juga membawa catatan empat kemenangan dan tiga hasil imbang pada awal musim, termasuk hasil imbang melawan Fenerbahçe dalam pertandingan pembuka kompetisi Eropa.
Sementara itu, Real Madrid datang setelah mengalahkan Inter dengan skor 2-1 di Santiago Bernabéu, mempertegas tantangan yang harus dihadapi tuan rumah.