unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Robohnya Atap Sekolah di Pakistan Tewaskan 35 Orang, 50 Lebih Luka
News

Robohnya Atap Sekolah di Pakistan Tewaskan 35 Orang, 50 Lebih Luka

Ilustrasi reruntuhan bangunan sekolah yang roboh di Peshawar, Pakistan
Robohnya Atap Sekolah di Pakistan Tewaskan 35 Orang, 50 Lebih Luka
A A Ukuran Teks16px

Atap sebuah sekolah swasta di Kota Peshawar, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, roboh pada Kamis saat kegiatan belajar berlangsung.

Sedikitnya 35 orang tewas, terdiri dari 34 anak dan seorang guru, sementara lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini disebut sebagai runtuhnya bangunan paling mematikan yang pernah terjadi di Pakistan.

Korban dan Proses Evakuasi

Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, Mohammad Asim, menyatakan anak-anak yang menjadi korban tewas maupun luka berusia antara 6 hingga 12 tahun.

Korban tertua berusia 14 tahun, dan sejumlah korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Pihak rumah sakit menetapkan status darurat saat tenaga medis menangani para korban.

Juru bicara layanan darurat, Bilal Faizi, mengatakan seluruh korban yang terjebak di bawah reruntuhan telah berhasil dikeluarkan dan puing-puing telah dibersihkan.

Ia menyebut atap dua ruang kelas roboh ketika anak-anak kelas dua dan tiga sedang berada di dalamnya bersama para guru.

Ambulans dan personel manajemen bencana tiba dari fasilitas terdekat dalam waktu lima menit setelah peringatan diberikan.

Hampir 100 penyelamat akhirnya bergabung dalam operasi tersebut, dan evakuasi cepat itu disebut menyelamatkan sedikitnya 40 nyawa.

Lebih dari selusin anak mengalami luka ringan.

Investigasi dan Tanggapan Pemerintah

Kepala Kepolisian Peshawar, Saeed Ahmed, menyatakan pemilik sekolah telah ditangkap karena bangunan dinilai lemah secara struktur.

Namun, pemilik sekolah bernama Mohammad Khan menuding hujan yang terjadi pekan ini melemahkan salah satu atap, dan polisi menyatakan investigasi masih berlangsung.

Pemerintah provinsi membentuk komite untuk menyelidiki penyebab robohnya atap bangunan tiga lantai tersebut.

Juru bicara pemerintah provinsi, Samar Haroon Bilour, memuji respons cepat para penyelamat dan menyatakan pemerintah menggunakan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan korban yang terjebak.

Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Faisal Karim Kundi, menyampaikan duka cita dan meminta laporan dari otoritas terkait mengenai penyebab kejadian.

Ia juga mengarahkan pejabat untuk memberikan perawatan medis terbaik kepada anak-anak yang terluka.

Di Islamabad, Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dalam pernyataan terpisah.

Zardari menyerukan investigasi menyeluruh dan menekankan perlunya memastikan bangunan sekolah memenuhi standar keselamatan.

Seorang guru yang selamat, Mahwish Zaman, mengatakan sekolah tersebut memiliki sekitar 1.200 siswa dari jenjang nursery hingga kelas lima.

Ia mengaku berada di ruang kelas saat atap roboh dan merasa seperti langit runtuh, lalu siuman di rumah sakit.

Warga setempat menjadi pihak pertama yang mencapai sekolah di kawasan padat di pusat Peshawar, dan ratusan pelayat kemudian berkumpul di pemakaman Rehman Baba untuk salat jenazah massal.

Insiden ini menambah catatan robohnya bangunan di Pakistan, yang menurut laporan sering terjadi karena standar konstruksi lemah dan bahan bangunan di bawah standar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru