Otoritas meyakini sedikitnya lima orang tewas setelah penembakan di sebuah sekolah dasar di Bend, Oregon, menurut dua pejabat penegak hukum yang mengetahui kasus tersebut.
Kedua pejabat berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahasnya secara publik.
Keduanya menyatakan jumlah korban masih bersifat awal dan dapat berubah.
Salah satu sumber menyebut tersangka penembak berusia 15 atau 16 tahun.
Juru bicara Kepolisian Bend, Sheila Miller, sebelumnya memastikan tersangka telah tewas.
Belum jelas apakah tersangka termasuk dalam lima orang yang diduga tewas tersebut.
Miller juga menyatakan sejumlah korban adalah anak-anak.
"Kami belum memiliki angka saat ini. Kami tahu anak-anak termasuk di antara korban," kata Miller dalam konferensi pers.
Kronologi dan Respons Aparat
Aparat menerima laporan tentang tembakan ke sebuah mobil di luar Silver Rail Elementary pada pukul 12.59 dan tiba di lokasi dalam beberapa menit.
Panggilan darurat lanjutan datang dari dalam sekolah, ujar Miller.
Penyerang tertembak dan jatuh di dalam sekolah tak lama setelah polisi tiba, kata Miller.
Belum jelas apakah tembakan itu berasal dari polisi, orang di sekitar, atau dilakukan sendiri.
Miller menyebut dua orang dibawa ke rumah sakit St. Charles Bend setelah penembakan, dan kondisi mereka belum diketahui.
Juru bicara rumah sakit tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AP.
Silver Rail Elementary berada dalam status lockdown, tulis Distrik Sekolah Bend-La Pine di Facebook.
"Kami sedang melakukan proses dari ruang ke ruang dan mengevakuasi setiap orang yang berada di sekolah itu. ...
Ini hal yang tidak pernah ingin kami lihat terjadi di Bend. Ini sangat menghancurkan," kata Miller sambil berhenti sejenak untuk mengendalikan emosinya.
Sekolah di Bend, Oregon, yang berjarak lebih dari 100 mil (160 kilometer) tenggara Portland, memiliki 459 siswa terdaftar pada tahun lalu, menurut Departemen Pendidikan Oregon.
Sekolah tersebut melayani siswa taman kanak-kanak hingga kelas lima.
