Aktivis iklim Greta Thunberg kembali menyoroti krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melalui unggahan di Instagram pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Ia membagikan video dari Indonesia dan menyerukan penyebaran informasi mengenai kondisi warga serta dampak kebakaran yang disebut masih berlangsung.
Menurut unggahan Greta, krisis tersebut telah berlangsung selama empat bulan.
Ia menyebut sekitar 2 juta hektare hutan telah hancur akibat kebakaran.
Greta membagikan video aktivis pembela hak masyarakat adat Emmanuela Shinta yang memperlihatkan kondisi berkabut asap dengan seseorang mengenakan masker gas.
Dalam unggahannya, ia menyatakan kebakaran berdampak pada satwa liar, mata pencaharian warga, serta petugas pemadam kebakaran yang menghadapi risiko saat menangani api.
Greta menekankan bahwa kondisi yang terlihat melalui media sosial belum sepenuhnya menggambarkan keadaan di lapangan.
"Darurat!! Silakan bagikan pesan ini dari Kalimantan Indonesia," seru Greta Thunberg, aktivis iklim.
Ia juga menyatakan kebakaran dan kabut asap belum berakhir, sementara dampak yang dialami masyarakat dinilai lebih buruk daripada yang terlihat dalam rekaman video.
"Krisis kebakaran hutan dan kabut asap masih jauh dari kata selesai.
Meski rekaman video ini sudah menunjukkan kondisi yang mengerikan, kenyataan di lapangan jauh lebih buruk daripada yang terlihat di media sosial," lanjut Greta Thunberg, aktivis iklim.
Menurut Greta, dampak kesehatan telah mencapai ratusan ribu kasus.
Ia menyebut 277.075 orang harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk 62.400 anak-anak berusia di bawah lima tahun.
"Sebanyak 277.075 orang harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dari jumlah tersebut, 62.400 orang di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun," tambah Greta Thunberg, aktivis iklim.
Unggahan tersebut juga menyoroti hilangnya hutan dan pohon karet yang menjadi bagian dari mata pencaharian warga.
Menurut sumber yang dikutip Langit7, sejumlah petugas pemadam kebakaran turut dilaporkan meninggal dunia.
Greta turut menyampaikan dukungan bagi penggalangan dana Borneo's Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign.
Menurut unggahannya, dana tersebut ditujukan untuk membantu petugas pemadam kebakaran, menyediakan tempat perlindungan dari kabut asap, melindungi anak-anak dan kelompok rentan, serta menyelamatkan hutan yang tersisa.
"Donasi Anda akan membantu petugas pemadam kebakaran, membangun lebih banyak tempat perlindungan dari kabut asap untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, serta menyelamatkan hutan yang masih tersisa," seru Greta Thunberg, aktivis iklim.
Detik menyebut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia juga menjadi perhatian media internasional karena dampaknya terhadap kesehatan, satwa liar, mata pencaharian, dan kualitas udara di sejumlah negara Asia Tenggara.
