Barcelona menang 5-2 atas Real Betis di Estadio de La Cartuja pada Sabtu (17/10/2026). Kemenangan ini memperkuat posisi Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol.
Pelatih Hansi Flick memuji Lamine Yamal sebagai pemain terbaik di dunia saat ini. Yamal mencetak gol pembuka dan menyumbang satu assist dalam laga tersebut.
Musim ini, pemain berusia 19 tahun itu telah mengoleksi sembilan gol dan sembilan assist dalam 11 pertandingan di seluruh kompetisi.
Kontribusinya menegaskan peran penting bagi Barcelona yang kini mengumpulkan 27 poin di puncak klasemen sementara LaLiga.
Pujian Flick untuk Yamal
Flick menilai laga melawan Betis menyajikan permainan berkualitas tinggi. Ia menyoroti kontribusi Yamal yang kembali menentukan hasil pertandingan.
"Pertandingan yang sengit.
Pertandingan yang luar biasa; bagi para penggemar dan semua orang yang mencintai sepak bola, laga ini sungguh luar biasa," ujar Flick.
Pelatih asal Jerman itu memberikan penilaian khusus terhadap gol pembuka Yamal dan penampilan sang pemain sepanjang pertandingan.
"Begitu pula dengan Lamine hari ini, lihat saja gol pertamanya, sungguh luar biasa. Bagi saya, saat ini, dialah pemain terbaik di dunia.
Saya sangat senang dengan penampilannya," ujar Flick.
Flick juga menyoroti kedewasaan Yamal dalam menghadapi tekanan meskipun usianya masih muda. Menurutnya, fokus, komitmen, sikap, dan kualitas permainan menjadi aspek penting yang membuat sang pemain tampil menonjol.
"Tentu saja, dia memikul tekanan yang besar. Dia baru berusia 19 tahun, tetapi dia 100 persen fokus dan berkomitmen penuh dalam segala hal.
Performa dan sikapnya sungguh mengagumkan. Seperti inilah kualitas pemain-pemain hebat," ujar Flick.
Yamal telah menjalani musim penuh keempat bersama Barcelona dan terus menjadi pilihan utama tim.
Berdasarkan catatan kariernya bersama klub tersebut, ia telah mencetak 58 gol dan menghasilkan 62 assist dalam 162 pertandingan.
Penampilannya juga menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2026. Penghargaan tersebut dijadwalkan diumumkan di London pada 26 Oktober mendatang.
Kemenangan atas Betis menyamai catatan sembilan kemenangan beruntun Barcelona di kompetisi domestik.
Rekor tersebut sebelumnya dicatat Real Madrid pada musim 1961-62 dan 1968-69, tetapi Flick menegaskan bahwa pencapaian tim tidak semata-mata diukur melalui rekor.
Ia mengarahkan perhatian pada ambisi Barcelona untuk meraih gelar juara dan mempertahankan kualitas permainan kolektif, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.
"Capaian ini memang bagus, tetapi kami ingin memenangkan gelar juara. Kami ingin meraih pencapaian yang lebih besar.
Itulah alasan kami bermain sepak bola," ujar Flick.
Flick menilai kerja sama antarpemain dan mentalitas tim lebih penting daripada catatan kemenangan yang berhasil disamai Barcelona.
"Kami berjuang demi hal tersebut, bukan demi rekor. Rekor memang menyenangkan untuk dimiliki, tetapi yang terpenting adalah ini.
Mentalitasnya, cara kami bermain bersama, itu sungguh fantastis.
Begitu pula kerja sama kami, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola; semuanya luar biasa," tegas Flick.
Barcelona selanjutnya menghadapi Paris Saint-Germain dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu (21/10) pukul 02.00 WIB.
Setelah itu, Barcelona dijadwalkan menjamu Real Madrid dalam lanjutan Liga Spanyol pada Senin (26/10) pukul 03.00 WIB.