Sebuah gedung bertingkat yang sedang dalam pembangunan ambruk di kawasan Eastleigh, Nairobi, Kenya, pada Jumat siang waktu setempat.
Banyak orang dikhawatirkan terjebak di bawah tumpukan beton, dengan lebih dari selusin lantai bertumpuk rapat seperti pancake.
Gedung itu roboh sekitar pukul 13.00 di sepanjang jalan komersial yang sibuk, kawasan yang kerap dipadati ribuan pedagang dan warga.
Kepala Kepolisian Nairobi Issa Mohamud menyebut bangunan tersebut memiliki lebih dari 10 lantai atas yang masih dalam proses konstruksi.
Operasi penyelamatan dan kendala di lokasi
Proses evakuasi berlangsung rumit. Polisi menembakkan gas air mata ke arah orang-orang yang mulai menjarah toko di sekitar lokasi.
Langkah itu dilakukan untuk membersihkan area agar tim tanggap darurat bisa masuk.
Seorang tukang plester bernama Joseph Kaula mengaku nyaris tidak sempat keluar. Ia bekerja di lantai lima saat mendengar teriakan rekan-rekannya yang berlarian.
"Saya orang terakhir yang keluar sebelum gedung itu ambruk dan seluruh area dipenuhi debu," kata Kaula.
Kaula menduga beberapa rekannya terjebak di ruang bawah tanah.
Seorang perempuan terluka berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Sementara satu orang lain yang sempat meminta tolong kemudian terdiam.
Mohamud juga memperingatkan kemungkinan ambruk susulan karena bangunan yang roboh bersandar pada gedung tetangga.
Peralatan berat awalnya minim. Beberapa jam kemudian, tim penyelamat berhelm menggunakan potongan kayu untuk mengorek tumpukan puing.
Satu ekskavator mulai memindahkan beton yang terikat baja, dan pada sore hari setidaknya dua backhoe tambahan tiba.
Penyelamat berharap dapat menjangkau ruang tersisa di basement dan lantai dasar, yang disewakan untuk toko elektronik, toko daging, dan toko kelontong.
Warga menyebut sejumlah kerabat yang terjebak sempat menelepon meminta bantuan tepat setelah ambruk, namun ponsel mereka kemudian tidak bisa dihubungi.
Sebuah tenda didirikan sebagai tempat melaporkan orang hilang. Hingga kini belum diketahui berapa banyak orang yang mungkin berada di dalam reruntuhan.
Insiden ini menyoroti persoalan izin bangunan. Mohamud menyatakan investigasi akan dilakukan dan pihak yang lalai akan dimintai pertanggungjawaban.
Gubernur Nairobi Johnson Sakaja mengatakan gedung itu telah disetujui untuk dibangun, tetapi belum memiliki sertifikat kelayakan huni.
Karena itu, pembukaan toko di lantai dasar dinilai melanggar hukum. Ia menilai pemerintah daerah butuh kewenangan penegakan yang lebih kuat.
