I.League selaku operator Super League memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan klub-klub untuk mencegah insiden suporter.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyampaikan hal itu di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Ia menyebut insiden suporter masih terjadi dalam sebulan terakhir, dan keamanan membutuhkan peran semua pemangku kepentingan.
Koordinasi sejak sebelum kompetisi
Koordinasi sebelum kompetisi mencakup perizinan dan pengamanan laga, termasuk area pertandingan dan area publik di luar stadion. I.League menyebut divisi General Security Officer dan Fan Engagement, serta koordinasi yang lebih kuat dengan Spectator Liaison Officer (SLO) di tiap klub.
Koordinasi rutin juga dilakukan antara I.League dan Mabes Polri, serta antara klub dan polisi di daerah.
Evaluasi per kasus
Memasuki pekan 7, evaluasi disebut dilakukan per kasus berdasarkan risiko dan jenis insiden, bukan seremoni bulanan. Asep juga memuji Persib Bandung dan Borneo FC di kompetisi Asia, dan menyebut Indonesia masuk lima besar nilai koefisien tahun ini menurut klaimnya, tanpa merinci badan pemeringkatnya.
Langkah ini diharapkan membuat pengamanan pertandingan lebih konsisten dari laga ke laga, dengan pembagian peran yang jelas antara operator, klub, dan aparat.