Thierry Henry akhirnya memberi klarifikasi atas candaannya kepada Lamine Yamal di seremoni Ballon d'Or 2026, yang sempat disalahartikan warganet.
Kontroversi itu muncul pada seremoni di London Palladium, Selasa, 27 Oktober dini hari WIB. Yamal (19) dari Barcelona memenangi Kopa Trophy untuk ketiga kalinya secara beruntun, dan di atas panggung ia mendedikasikan penghargaan itu untuk Pau Cubarsi.
Candaan di atas panggung
Henry bertanya apakah trofi itu yang benar-benar diinginkan Yamal, merujuk pada ambisi sang pemain muda untuk memenangi Ballon d'Or utama, yang pada edisi ini dimenangi Harry Kane.
Dalam video klarifikasi di akun Instagram resminya, Henry menegaskan ucapannya hanya candaan panggung, bukan meremehkan. Ia menyebut Yamal sebagai pemain yang rela ia bayar untuk ditonton, dan menyatakan menyukai sang pemain muda.
Momen lain yang ikut dijelaskan
Henry juga menjelaskan momen pelafalan Socrates bersama co-host Kate Scott sebagai candaan yang direncanakan. Scott menegaskan dalam komentarnya bahwa tidak ada penghinaan yang perlu dibicarakan.
Menutup klarifikasinya, Henry menyebut Kane sebagai pemenang yang pantas dan contoh etos kerja, mengenang Kane sempat menggodanya karena lebih mengunggulkan Kylian Mbappe, serta meminta publik tidak membesar-besarkan kontroversi tersebut.
