Kepulangan Gali Freitas ke Stadion Gelora Bung Tomo berakhir kontroversial. Winger asal Timor Leste itu mencetak gol ke gawang Persebaya, klub yang masih memilikinya, saat membela Madura United pada Derby Suramadu, 26 Oktober.
Gali memang berstatus pinjaman di Madura United. Ia tidak masuk rencana pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sehingga dipinjamkan ke tim tetangga. Namun pada laga itu, ia justru menjadi starter dan membobol gawang mantan klubnya lewat tendangan bebas babak kedua.
Selebrasi yang Memicu Perdebatan
Usai mencetak gol, Gali mencium dan menunjuk logo Madura United. Aksi itu memecah Bonek: sebagian memahaminya sebagai bentuk profesionalisme, sebagian lain menilai selebrasi tersebut kurang menghormati Persebaya.
Gali kemudian memberi klarifikasi. "Sebelum melakukan selebrasi pertama saya, saya ingin menunjukkan rasa hormat," ujarnya.
Dilema Pemain Pinjaman
Kisah Gali menggambarkan dilema klasik pemain pinjaman yang menghadapi klub pemiliknya. Di satu sisi ia wajib profesional membela tim yang kini dibelanya, di sisi lain ikatan emosional dengan Persebaya tidak bisa begitu saja hilang.
Derby Suramadu kali ini pun meninggalkan cerita yang lebih panjang dari sekadar hasil di lapangan: tentang loyalitas, profesionalisme, dan batas selebrasi seorang pemain pinjaman.
