unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kritik Terbuka Bruno Fernandes Picu Respons Paul Scholes
News

Kritik Terbuka Bruno Fernandes Picu Respons Paul Scholes

Paul Scholes dan Bruno Fernandes dalam sorotan setelah kritik terbuka
Kritik Terbuka Bruno Fernandes Picu Respons Paul Scholes
A A Ukuran Teks16px

Paul Scholes mendesak Bruno Fernandes mempertimbangkan meninggalkan sepak bola Eropa dan bermain di Arab Saudi.

Saran itu muncul setelah kapten Manchester United tersebut mengkritik pelatih dan klub secara terbuka di hadapan publik.

Scholes menilai tindakan Fernandes tidak dapat diterima, terutama karena ia menyandang status kapten tim.

Kritik Fernandes Picu Respons Scholes

Ketegangan bermula setelah Manchester United kalah 1-4 dari Como dalam lanjutan Liga Champions.

Fernandes kemudian menyoroti pendekatan taktik Michael Carrick, khususnya soal strategi pressing dan cara tim menghadapi tekanan lawan.

Dalam wawancara dengan TNT Sports, ia menjelaskan bahwa keputusan staf pelatih untuk tidak menerapkan pressing satu lawan satu serta meninggalkan sedikit ruang di belakang memiliki konsekuensi ketika tim kehilangan penguasaan bola.

"Ini adalah keputusan dari staf untuk tidak melakukan pressing man to man dan terkadang meninggalkan sedikit ruang di belakang dan mencoba merebut bola lebih dulu, tapi kadang-kadang ketika Anda kehilangan terlalu banyak bola melawan tim semacam ini, mereka jadi percaya diri," kata Fernandes kepada TNT Sports.

Ia menekankan pentingnya keberanian dalam menentukan pendekatan permainan, terutama saat tim berada di bawah tekanan lawan.

"Kadang-kadang Anda harus lebih berani saat di bawah tekanan, mengambil risiko dengan pressing tinggi dan membuat mereka merasa tidak nyaman," ujar Fernandes.

Selain membahas taktik, Fernandes juga meminta para pendukung agar tidak hanya berfokus pada kejayaan masa lalu klub.

Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap kritik yang ia sampaikan di tengah hasil pertandingan yang mengecewakan.

Scholes pun merespons keras.

Ia menganggap kritik Fernandes terhadap klub di ruang publik sebagai tindakan yang sulit dibenarkan, terlebih karena pemain asal Portugal itu memegang tanggung jawab sebagai kapten tim.

"Perkataannya tidak bisa dimaafkan," tegas Scholes, seperti dilansir dari Sky Sports.

Menurut Scholes, jabatan kapten menuntut tanggung jawab lebih besar dalam menyampaikan kritik.

Baginya, menyuarakan ketidakpuasan terhadap klub secara terbuka bukanlah sikap yang pantas ditunjukkan seorang pemimpin tim.

"Dia adalah kapten tim dan tidak pantas menyerang klub di depan umum," ujar Scholes.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan perbedaan pendapat mengenai strategi pertandingan.

Sikap Fernandes dalam menyampaikan kritik turut menjadi pokok keberatan Scholes terhadap pemain tersebut.

Scholes bahkan mempertanyakan kelanjutan karier Fernandes di kompetisi Eropa.

Ia berpendapat bahwa pernyataan sang kapten dapat memengaruhi hubungan profesionalnya dengan pelatih maupun staf kepelatihan di klub-klub Eropa.

"Saya sarankan, dia segera pergi dari Eropa dan main saja di Arab Saudi," kata Scholes.

Saran tersebut disampaikan karena Scholes menilai kepercayaan dari kalangan pelatih merupakan persoalan penting setelah Fernandes melontarkan kritik secara terbuka.

Ia memandang perkataan pemain tersebut dapat menimbulkan konsekuensi terhadap hubungan kerja di lingkungan sepak bola profesional.

"Sebab menurut saya, para pelatih di Eropa atau staf-staf pelatih tidak bisa mempercayainya setelah apa yang telah dia ucapkan," tutup Scholes.

Pernyataan Scholes memperlihatkan besarnya perbedaan pandangan mengenai cara Fernandes menyikapi masalah internal Manchester United.

Di satu sisi, Fernandes mengkritik keputusan taktik setelah kekalahan dari Como, sedangkan Scholes menitikberatkan tanggung jawab kapten dan dampak kritik terbuka terhadap kepercayaan para pelatih.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru