BOGOR, SURABAYAINSIDE.com - Pria berinisial MR, tersangka pembacokan suporter Persib berinisial ARK di Bogor, memilih diam saat pertama kali dihadirkan di hadapan wartawan. Dalam konferensi pers di Mapolres Bogor, Kamis, 29 Oktober 2026, ia tampil berbaju tahanan oranye dengan kepala plontos dan terus menunduk; pertanyaan soal alasan pembacokan tidak dijawabnya.
Keterangan Polisi soal Kebiasaan Tersangka
Penjelasan justru datang dari polisi. Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri mengatakan MR mengaku kepada penyidik kerap terlibat tawuran — tanpa sasaran tertentu — dan menegaskan yang bersangkutan bukan anggota gangster ataupun kelompok suporter. Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyebut MR terbiasa membawa celurit di tubuhnya, sehingga senjata itu diduga sudah disiapkan sebelum keributan di daerah tersebut. MR disebut tidak memiliki pekerjaan, dan ia memberikan sejumlah keterangan selama pemeriksaan tanpa rincian isi pemeriksaan dipublikasikan dalam sumber ini.
Korban Ditemukan Usai Laga di Pakansari
ARK ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Raya Jakarta–Bogor pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, setelah pertandingan Persib Bandung kontra Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, berakhir; ia meninggal dunia malam itu juga.
Artikel sumber tidak menyebutkan usia dan asal kedua pihak, bagaimana tersangka ditangkap, motifnya, pasal yang disangkakan, maupun tanggapan keluarga korban.