Tekanan pada pasokan RAM dan chip memori diproyeksikan belum surut hingga 2030.
SK Hynix menilai lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan membuat kapasitas produksi industri semikonduktor belum mampu mengejar permintaan pasar.
Perkiraan itu disampaikan produsen semikonduktor asal Korea Selatan tersebut dalam laporan keuangan kuartal III-2026.
Kebutuhan memori diperkirakan terus bertambah seiring pembangunan pusat data, pemanfaatan teknologi AI, dan peningkatan investasi perusahaan teknologi pada infrastruktur komputasi.
Ketidakseimbangan Permintaan dan Kapasitas Produksi
Persoalan utamanya terletak pada ketidakseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan kemampuan industri menyediakan produk. Pembangunan fasilitas manufaktur membutuhkan waktu panjang, sedangkan proses produksi chip generasi baru semakin rumit.
Dalam jangka dekat, penggunaan AI oleh perusahaan maupun konsumen diperkirakan menjadi penggerak kebutuhan memori. Berbagai sektor pun membutuhkan komponen dengan kemampuan pemrosesan dan penyimpanan data yang semakin besar.
Untuk periode menengah dan panjang, kebutuhan diperkirakan meluas ke teknologi physical AI. Pengembangan kendaraan otonom dan robotika menjadi dua bidang yang dipandang akan meningkatkan kebutuhan komponen memori.
Dampaknya tidak hanya dirasakan industri pusat data. Keterbatasan pasokan berpotensi memengaruhi ketersediaan komponen untuk berbagai perangkat elektronik, termasuk server, komputer, dan smartphone.
Situasi itu memperlihatkan bahwa kebutuhan memori tidak lagi hanya bergantung pada pasar komputer konsumen. Infrastruktur AI turut menjadi sumber permintaan besar yang membutuhkan pasokan berkelanjutan.
Besarnya kebutuhan infrastruktur AI memberikan kontribusi penting terhadap bisnis SK Hynix.
Perusahaan memasok High Bandwidth Memory (HBM) untuk prosesor AI, RAM DDR5 untuk server, serta LPDDR5 SOCAMM yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan server AI.
Penjualan DDR5 untuk server dilaporkan meningkat signifikan. Pengiriman HBM4 mulai bertambah dan diperkirakan melampaui HBM3E dalam volume penjualan maupun pendapatan pada kuartal IV-2026.
Pertumbuhan juga terlihat pada sektor penyimpanan.
Penjualan NAND TLC 321 lapis untuk SSD perusahaan mengalami peningkatan, dan SK Hynix menargetkan teknologi tersebut mengisi lebih dari separuh kapasitas produksi NAND domestiknya pada akhir tahun ini.
Selain memori konvensional, perusahaan sedang menggarap High Bandwidth Flash (HBF). Teknologi penyimpanan ini dirancang untuk server AI yang membutuhkan penanganan data berkapasitas besar di luar kemampuan RAM.
Kapasitas Terpesan hingga 2029 dan Rekor Pendapatan
Untuk memperkuat kemampuan manufaktur, SK Hynix berencana meningkatkan kapasitas fasilitas produksinya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pabrik M15X yang ditargetkan beroperasi pada kapasitas penuh menjelang akhir 2026.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 55.000 hingga 60.000 wafer DRAM generasi 1b setiap bulan. Namun, penambahan kapasitas pabrik belum tentu mampu mengatasi seluruh kebutuhan pasar.
SK Hynix memperkirakan pertumbuhan permintaan masih akan melampaui tambahan pasokan yang tersedia hingga 2030.
Ketatnya kondisi pasar tercermin dari pemesanan produk, dengan hampir seluruh kapasitas produksi DRAM dan HBM hingga 2029 dilaporkan telah terjual.
Perusahaan juga sudah membuat kesepakatan pasokan jangka panjang dengan 14 pelanggan utama, termasuk penyedia layanan cloud global.
Perjanjian itu mencakup lebih dari 50 persen kapasitas produksi yang diperkirakan tersedia pada 2027 dan 2028.
Besarnya komitmen pembelian pelanggan memberikan kepastian kebutuhan produk pada beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mempertimbangkan peningkatan investasi untuk memperluas fasilitas produksi pada 2027.
Meski demikian, keputusan mengenai besaran dana dan waktu pelaksanaan investasi akan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, daya saing produk, serta efisiensi investasi.
Di tengah terbatasnya pasokan chip memori, SK Hynix justru membukukan pencapaian keuangan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Pendapatan kuartal III-2026 melewati angka 100 triliun won untuk pertama kalinya dalam satu kuartal.
Total pendapatan tercatat 104,6 triliun won Korea Selatan atau sekitar Rp 1.419 triliun.
Laba operasional mencapai 83,3 triliun won atau sekitar Rp 1.130 triliun, sedangkan laba bersih tercatat 39,8 triliun won atau setara sekitar Rp 539 triliun.
Dibandingkan kuartal sebelumnya, pendapatan perusahaan tumbuh 32 persen dan laba operasional meningkat 38 persen.
Peningkatan kebutuhan komponen infrastruktur AI serta kenaikan harga sejumlah produk memori utama menjadi faktor penopangnya.
Dengan kapasitas produksi yang sebagian besar sudah dipesan hingga 2029 dan permintaan AI yang diperkirakan terus berkembang, SK Hynix menilai tekanan pasokan chip memori masih akan menjadi tantangan industri semikonduktor hingga 2030.