LaLiga tengah menghadapi tekanan besar di pasar China setelah pernyataan Kylian Mbappe mengenai meme Mao Zedong memicu gelombang protes.
Penangguhan sejumlah siaran Liga Spanyol di negara tersebut menimbulkan ancaman kerugian finansial yang signifikan.
Javier Tebas selaku bos LaLiga bergerak cepat untuk meredakan ketegangan agar polemik ini tidak berujung pada pemboikotan kompetisi.
Dampak Kontroversi Mbappe
Pangkal persoalan berasal dari pernyataan Mbappe yang mengungkapkan kegemarannya membagikan meme dengan penampilan menyerupai diktator China.
Sosok yang menjadi rujukan dalam meme tersebut adalah Mao Zedong, yang dikenal sebagai bapak bangsa Republik Rakyat China.
Pernyataan itu mendapat respons negatif dari publik China dan mulai memengaruhi penayangan pertandingan Liga Spanyol.
Dua merek asal China dilaporkan telah mengakhiri kerja sama dengan Mbappe.
Kementerian Luar Negeri China juga menyampaikan penyesalan terhadap ucapan pemain tersebut karena dinilai menyinggung negaranya.
Gelombang protes berimbas pada distribusi siaran kompetisi.
Menurut laporan Mundo Deportivo, hak siar LaLiga di China dikelola China Media Group (CMG) dan China Mobile melalui platform Migu.
CMG telah menghentikan penayangan pertandingan LaLiga melalui platformnya.
Sementara itu, Migu menghapus jadwal pertandingan Racing Santander vs Real Madrid pada akhir pekan ini dari daftar siaran.
Nilai kontrak hak siar di China dilaporkan mencapai 400 juta euro atau sekitar Rp8,1 triliun dan berlaku hingga 2030.
China merupakan salah satu pasar internasional strategis bagi LaLiga sehingga potensi kerugiannya cukup besar.
Langkah Diplomatik Javier Tebas
Untuk mencegah persoalan meluas, Javier Tebas mengambil langkah komunikasi dengan pihak China.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Mbappe dan berupaya menjaga hubungan kerja sama yang telah terjalin.
Pada Rabu (28/10), Tebas mengadakan pertemuan dengan duta besar China untuk Spanyol, Yai Jing.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu upaya meredakan ketegangan sekaligus mempertahankan hubungan dengan mitra di China.
Dalam pernyataan tertulisnya, Tebas menjelaskan bahwa LaLiga telah membangun hubungan dengan berbagai pihak di China selama beberapa tahun terakhir.
"Selama beberapa tahun terakhir, dari LaLiga kami telah bekerja sama erat dengan otoritas Tiongkok, lembaga sepakbola, operator audiovisual, dan perusahaan di negara tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan dan popularitas sepakbola Spanyol di Tiongkok, tetapi juga untuk berkontribusi pada pengembangan dan pertumbuhan sepakbola Tiongkok itu sendiri, dengan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya kami," tulis Tebas.
Ia juga menyoroti pentingnya mempertahankan sejumlah kesepakatan strategis yang telah disepakati bersama mitra China.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sepak bola serta perluasan jangkauan kompetisi Spanyol kepada penonton di negara tersebut.
"Kami ingin perjanjian kerja sama kami, terutama perjanjian strategis dengan Liga Sepakbola Profesional Tiongkok (CFL), yang berlaku hingga tahun 2029, dan perjanjian dengan China Media Group (CMG), di antara proyek bersama lainnya, terus sukses dan berkontribusi baik untuk menjadikan sepakbola Tiongkok semakin hebat maupun untuk mendekatkan kompetisi kami kepada jutaan penggemar," jelasnya.
Selain perjanjian penyiaran, LaLiga memiliki kesepakatan strategis dengan CFL yang berlaku sampai tahun 2029.
Hubungan dengan CMG turut menjadi bagian dari proyek kerja sama yang ingin dipertahankan.
Penangguhan siaran oleh CMG dan penghapusan pertandingan Racing Santander vs Real Madrid dari platform Migu memperlihatkan dampak langsung kontroversi terhadap distribusi kompetisi di China.
Di tengah upaya mempertahankan hubungan komersial dan sepak bola, Javier Tebas dilaporkan berencana melakukan perjalanan ke China dalam waktu dekat untuk menangani persoalan yang berkembang akibat pernyataan Mbappe.