Youri Tielemans menyatakan tetap percaya kepada Michael Carrick yang masih menangani Manchester United.
Dukungan itu muncul ketika tim menghadapi tekanan akibat performa buruk pada Liga Inggris 2026-2027.
Gelandang asal Belgia tersebut menilai pergantian pelatih secara mendadak bukan solusi yang dibutuhkan Manchester United.
Menurutnya, tim harus mempertahankan kestabilan dan meningkatkan kerja sama untuk memperbaiki hasil pertandingan.
Dukungan tersebut disampaikan menjelang pertemuan Manchester United dengan Chelsea.
Kedua tim dijadwalkan bertanding di Stadion Stamford Bridge pada pekan kesembilan Liga Inggris, Sabtu (31/1/2026) pukul 19.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi penting bagi Manchester United karena posisi mereka di klasemen masih jauh dari harapan.
Dari delapan pertandingan yang telah dijalani, tim tersebut hanya mampu mengamankan satu kemenangan.
Satu-satunya hasil positif itu diperoleh ketika menghadapi Ipswich Town pada pekan kedua.
Setelah rangkaian pertandingan tersebut, Manchester United harus berada di peringkat 16 dengan koleksi tujuh poin.
Jumlah tersebut hanya unggul satu poin dari Nottingham Forest yang menempati posisi teratas zona degradasi.
Situasi ini membuat posisi Carrick mendapatkan sorotan, meskipun dirinya masih dipercaya untuk memimpin tim.
Stabilitas Ruang Ganti Jadi Kebutuhan Tim
Hubungan Tielemans dengan Carrick turut menjadi alasan kuat di balik dukungan tersebut.
Pemain yang bergabung dengan Manchester United dari Aston Villa pada bursa transfer musim panas 2026 itu mengungkapkan bahwa kehadiran sang pelatih memengaruhi keputusannya menerima tawaran klub.
Tielemans menyebut Carrick memiliki peran dalam proses kepindahannya karena sang pelatih menginginkan dirinya menjadi bagian dari skuad.
Ia juga merasa senang ketika mengetahui Carrick masih mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Saya datang ke sini salah satunya karena dia (Carrick), karena dia menginginkan saya berada di sini. Dia ingin saya membantu tim," kata Tielemans.
Ia kemudian menjelaskan bahwa para pemain tidak menghendaki perubahan besar di tengah kondisi tim yang sedang mengalami kesulitan.
Menurutnya, pergantian mendadak justru berpotensi membuat keadaan semakin rumit.
"Jadi, saya sangat senang dia tetap bertahan. Seluruh anggota tim juga tidak menginginkan perubahan mendadak.
Kami tidak ingin perubahan besar yang justru membuat situasi semakin kacau," ujar Tielemans.
Selain mempertahankan pelatih, Tielemans menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Ia menilai Manchester United perlu terus berusaha tanpa melakukan perubahan besar yang berpotensi mengganggu proses pemulihan performa.
Pemain yang sebelumnya memperkuat Leicester City tersebut percaya bahwa kerja keras dan kestabilan dapat membantu tim melewati periode sulit.
"Kami hanya membutuhkan stabilitas, terus bekerja keras, dan pada akhirnya situasi ini akan berbalik," tuturnya.
Dukungan terhadap Carrick juga terlihat dari penilaian Tielemans mengenai suasana internal tim.
Gelandang berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa pelatihnya telah berupaya membangun pendekatan permainan yang dapat diterima oleh seluruh pemain.
Menurut Tielemans, sejak dirinya bergabung, Carrick terus menjalankan tanggung jawab kepelatihan dan berusaha menciptakan sistem yang membuat anggota skuad merasa nyaman.
"Sejak saya datang, dia selalu menjalankan tugasnya. Dia berusaha menerapkan sistem yang membuat kami semua merasa nyaman," kata Tielemans.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan kepada Carrick bukan hanya berasal dari dirinya sendiri.
"Saya hanya bisa berbicara positif tentang dia, dan semua orang di ruang ganti juga akan mengatakan hal yang sama.
Kami harus tetap bersatu dan membalikkan keadaan ini," ucap Tielemans.
Dengan posisi di peringkat 16 dan raihan tujuh poin, Manchester United masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki perjalanan mereka di Liga Inggris 2026-2027.
Dukungan para pemain terhadap Carrick menjadi bagian dari upaya mempertahankan stabilitas tim di tengah situasi tersebut.