Legenda Manchester United, Roy Keane, kembali melontarkan kritik pedas kepada Michael Carrick dan meragukan kapasitas sang pelatih menangani Setan Merah dalam jangka panjang.
Menurut Keane, Carrick belum cukup bagus memimpin klub sebesar Manchester United. Keraguan itu, kata Keane, sudah ada sejak hari pertama Carrick mendapatkan pekerjaan tersebut tahun lalu. "Ketika dia mendapatkan pekerjaan itu tahun lalu dan Carrick masuk ke sana, kami mengatakan sejak hari pertama bahwa kami tidak berpikir dia mungkin cukup baik untuk jangka panjang," ujar Keane, sebagaimana dikutip dari teamTALK.
Konteks kritik ini adalah laju buruk MU, yang belum pernah menang di semua kompetisi sejak awal September dan kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir, yang keduanya berakhir dengan kekalahan.
Argumen Keane: Mengelola Klub Besar Itu Berbeda
Keane membedakan menangani beberapa pertandingan dengan memimpin klub besar selama satu musim penuh. Tanggung jawabnya, kata dia, mencakup persiapan pramusim, memenuhi ekspektasi klub, dan keterlibatan dalam perekrutan pemain. "Anda harus mengelola klub sepak bola, pramusim, ekspektasi, perekrutan," kata Keane.
Ia juga menyoroti perubahan sikap di sekeliling Carrick. Hasil positif musim sebelumnya membuat banyak pihak mendukung pemberian kepercayaan lebih besar, tetapi ketika hasil buruk datang, tanggung jawab dipandang dialihkan kepada pihak lain. "Tiba-tiba, mereka tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Oh, ini salah dewan direksi, ini salah Jason Wilcox. Ini salah orang lain," ujar Keane.
Kritik Keane juga menyasar staf pelatih Carrick. Jonny Evans, Jonathan Woodgate, dan Steve Holland disebut harus ikut bertanggung jawab atas situasi Setan Merah. "Michael Carrick, staf pelatihnya, Jonny Evans, Jonathan Woodgate, Steve Holland, mereka beruntung masih terlibat di Manchester United," kata Keane.
Chelsea sebagai Ujian Berikutnya
Posisi Carrick sempat dibahas manajemen klub, tetapi ia akhirnya tetap dipercaya memimpin tim melawan Chelsea pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Keane menuntut keberanian dan hasil pada laga itu. "Mereka harus berani dan mulai meraih hasil pada hari Sabtu. Raih hasil di Chelsea," katanya.
Ini bukan pertama kalinya Keane mengkritik Carrick. Pada 2014, ia mengomentari kurangnya antusiasme Carrick setelah penampilannya di laga Liga Champions melawan Olympiacos. Pada Januari 2026, ketika Carrick kembali ke Old Trafford sebagai pelatih interim, Keane kembali melontarkan sindiran. Laga melawan Chelsea kini dipandang sebagai kesempatan Carrick menunjukkan apakah ia benar-benar layak menjadi pelatih Manchester United.