Hanya 83 detik mengubah jalannya laga Chelsea kontra Manchester United. Dua pelanggaran beruntun Lisandro Martinez berujung kartu merah, penalti, dan kekalahan 2-0.
Sebelum insiden itu, Manchester United sebenarnya masih punya harapan. Tertinggal 0-1, mereka menciptakan sejumlah peluang: Bruno Fernandes menyia-nyiakan kesempatan emas, gol Matheus Cunha dianulir karena offside, dan Amad Diallo sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Chelsea.
Dua Pelanggaran yang Menentukan
Pelanggaran pertama terjadi saat Martinez menjatuhkan Morgan Rogers, pencetak gol pembuka Chelsea. Tak lama kemudian, bek Argentina itu menyikut Wesley Fofana di wajah di dalam kotak penalti. Wasit memberikan kartu kuning kedua yang otomatis menjadi kartu merah, dan Chelsea mendapat penalti yang dieksekusi Cole Palmer menjadi gol kedua. United bermain dengan sepuluh orang dan kalah 0-2.
Kritik dari Para Mantan Pemain
Kritik datang bertubi-tubi. Stephen Warnock, dikutip dari BBC, menyebut aksi Martinez menghancurkan peluang United mengejar ketertinggalan: saat masih 0-1 dan sebelas lawan sebelas, United masih bersaing, tetapi begitu 0-2 dan bermain dengan sepuluh orang, pertandingan berakhir.
Joe Cole menilai masa depan Martinez di United sudah tidak panjang, sementara Danny Murphy menyebut kartu merah itu benar-benar menggelikan dan menyebut Martinez sebagai beban tim yang sikapnya tidak bisa diterima di lapangan.
Tudingan Paling Tajam dari Schmeichel
Kritik paling tajam datang dari legenda United, Peter Schmeichel. Ia mengaitkan penampilan buruk Martinez dengan pernyataannya sepekan sebelumnya yang mengkritik manajemen klub karena dinilai kurang aktif mendatangkan pemain baru. Schmeichel bahkan menduga Martinez sedang mencoba mengatur transfer keluar dari Old Trafford, apalagi sang bek memasuki tahun terakhir kontraknya.
Schmeichel mempertanyakan bagaimana pemain yang pernah bermain di final Piala Dunia bisa membuat kesalahan seperti itu. Kini posisi Martinez semakin disorot, dan Michael Carrick menghadapi pekerjaan besar untuk memperbaiki tim sekaligus menentukan langkah berikutnya terhadap bek Argentina tersebut.