Cristian Chivu kembali gagal memenangi Derby della Madonnina. Kekalahan 1-3 dari AC Milan memperpanjang rekor buruknya, dan wabah flu di skuad Inter tidak ia jadikan alasan.
Inter tertinggal dua gol hanya dalam sepuluh menit pertama lewat Christian Pulisic dan Adrien Rabiot. Alessandro Bastoni memperkecil ketertinggalan memanfaatkan sepak pojok Hakan Calhanoglu, tetapi Milan menjauh lagi sebelum turun minum lewat gol yang berawal dari tendangan bebas Diego Moreira. Skor 3-1 bertahan hingga akhir.
Rekor Tiga Derbi, Tiga Kekalahan
Kekalahan ini membuat Chivu selalu kalah dalam tiga pertemuan pertamanya melawan Milan di semua kompetisi. Ia menjadi pelatih ketiga yang mengalami catatan tersebut, setelah Leonardo pada 2009-2011 dan Massimo Giacomini pada 1979-1980, menurut data Opta yang dikutip artikel.
Setelah jeda, Inter mencoba mendominasi penguasaan bola dan menambah tekanan, tetapi peluang yang tercipta tidak cukup mengubah hasil. Ini menjadi kekalahan pertama Inter di Serie A musim ini, dan mereka tertahan di 25 poin, berisiko disalip Lazio yang mengoleksi poin sama dan dijadwalkan menghadapi Cagliari pada Minggu malam.
Flu Mengacak Susunan Pemain
Chivu mengungkapkan timnya memang dilanda masalah kebugaran. Wabah flu memaksa perubahan susunan pemain dan strategi, sehingga Inter bermain dengan formasi 3-4-2-1 yang tidak biasa, dengan Petar Sucic dan Andy Diouf di belakang Marcus Thuram sebagai striker tunggal.
Kapten Lautaro Martinez absen karena cedera, Pio Esposito tidak dalam kondisi ideal, Bonny mengalami demam hingga pukul 16.30 dan muntah semalaman, sementara kiper Ivan Provedel terdampak gejala flu sehingga tidak masuk daftar cadangan.
Bukan Alasan
Namun Chivu menolak menjadikan kondisi itu sebagai tameng. Kepada Sky Sport Italia, ia mengakui timnya sudah menunjukkan pendekatan yang salah sejak awal pertandingan. Inter memang sempat mencetak gol 2-1 dan punya peluang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 andai bukan penyelamatan Maignan, tetapi justru memberi gol lain kepada lawan tepat sebelum turun minum.
Ia menilai timnya kurang determinasi, terutama saat bertahan melawan serangan cepat Milan, dan meminta tim segera membalik halaman karena ada pertandingan penting lainnya dalam tiga hari. Bagi Milan, kemenangan ini istimewa: empat kemenangan derbi beruntun di semua kompetisi, untuk keempat kalinya dalam sejarah klub.