Inter Milan menjawab kritik dengan cara paling telak: menang 3-0 di kandang Feyenoord. Bukan lewat gol-gol di menit akhir seperti biasanya, melainkan lewat permainan yang membuat pelatih Cristian Chivu menyerukan satu kata kunci: percaya proses.
Pada laga Liga Champions di De Kuip, Inter menang 3-0 atas Feyenoord. Gol-gol dicetak Yann Bisseck, Francesco Pio Esposito, dan Piotr Zielinski, meski artikel sumber tidak menyebut menit terjadinya gol-gol tersebut.
Kemenangan ini terasa sebagai jawaban atas kritik yang menyebut Inter hanya bisa mencetak gol telat. Sebelumnya, Inter memang kerap mencetak gol di pengujung laga: 10 gol mereka musim ini lahir dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Kontras dengan Kemenangan atas Fiorentina
Contoh paling segar adalah kemenangan 2-1 atas Fiorentina, ketika Marcus Thuram mencetak gol pada menit 90+1 dan Zielinski mengeksekusi penalti pada menit 90+8. Kali ini, Inter tidak perlu menunggu hingga detik-detik akhir.
Chivu, berbicara kepada Sky Sport Italia, menyebut Inter memiliki nilai-nilai yang diterapkan di lapangan. Timnya berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, dan setiap pertandingan — baik maupun buruk — dievaluasi demi perbaikan.
Ujian Berikutnya: Como
Konteks kemenangan ini juga penting. Inter kehilangan puncak Serie A dari Lazio setelah kalah dari AC Milan, sehingga kemenangan di Rotterdam menjadi penyeimbang.
Ujian berikutnya sudah menanti: laga kandang Serie A melawan Como pada 9 November. Como disebut sebagai kuda hitam dalam perebutan Scudetto, sehingga Chivu dan pasukannya tidak boleh lengah.
