PSSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satoru Mochizuki yang resmi berpisah dengan Timnas Putri Indonesia. Menurut federasi, warisan sang pelatih jauh melampaui deretan trofi yang ia menangkan.
Mochizuki ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia pada 20 Februari 2024. Di bawah arahannya, Garuda Pertiwi menjuarai AFF Women's Cup 2024 dengan mengalahkan Kamboja 3-1 di final, gelar internasional pertama bagi Indonesia.
Gelar itu berhasil dipertahankan pada 2026. Indonesia kembali menjadi juara setelah menundukkan Laos 5-0 di final yang digelar di Kuala Lumpur. Dua gelar beruntun dalam dua edisi menjadi catatan bersejarah bagi sepak bola putri Indonesia.
Lolos Piala Asia Putri U-17 2027
Selain dua trofi AFF Women's Cup, masa bakti Mochizuki juga ditandai dengan keberhasilan Timnas Putri U-17 lolos ke Piala Asia Putri U-17 2027.
Anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Komite Sepak Bola Wanita, Vivin Cahyani Sungkono, menyebut pencapaian itu patut dibanggakan bersama. "Tentunya kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Satoru Mochizuki atas dedikasi, kerja keras, dan komitmennya dalam membangun sepak bola putri Indonesia. Dua gelar AFF Women's Cup secara beruntun dan lolos ke Piala Asia Putri U-17 2027 merupakan pencapaian bersejarah yang patut kita banggakan bersama," ujarnya.
Lebih dari Sekadar Gelar
Vivin menegaskan apresiasi PSSI tidak berhenti pada hasil di lapangan. "Lebih dari sekadar gelar juara, kami mengapresiasi kontribusinya dalam memberikan pengalaman, membangun kepercayaan diri, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi para pemain putri Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level internasional. Kami berharap Coach Mochizuki selalu sukses dalam perjalanan berikutnya," katanya.
Alasan perpisahan dan sosok pengganti Mochizuki belum diungkap PSSI.
