Gianni Infantino akhirnya punya penantang serius di Pilpres FIFA 2027. Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) Kozo Tashima mendeklarasikan diri maju, dan menjadi penantang terbuka pertama dari Asia.
Pemilihan presiden FIFA akan digelar pada Kongres FIFA ke-76 pada Maret 2027. Infantino yang menjabat sejak 2016 dan memenangi pemilihan pada 2016, 2019, dan 2023, kini mengincar periode keempat.
Tashima, 68 tahun, memimpin JFA pada 2016-2024 dan kini menjabat presiden kehormatan federasi tersebut. Ia disebut sebagai kandidat pertama yang secara terbuka menyatakan kesiapannya bertarung, sekaligus penantang serius pertama yang datang dari Asia.
Dukungan JFA dan Syarat Pencalonan
Tashima telah membahas pencalonannya dengan JFA dan mendapatkan dukungan resmi federasi. Ia akan mendaftar secara resmi begitu pendaftaran dibuka.
Pendaftaran calon ditutup empat bulan sebelum pemilihan. Setiap calon wajib didukung oleh sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA. Sejumlah nama lain dari Afrika dan Palestina juga disebut-sebut sebagai calon potensial, meski tanpa nama yang dirinci.
Visi Tashima
Dalam wawancara dengan media Jepang, Tashima menyampaikan visinya. "Saya ingin membawa FIFA ke arah yang lebih baik. Sepak bola harus menjadi milik semua orang, bukan hanya segelintir orang," katanya.
Infantino sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai pencalonan Tashima, menurut artikel tersebut.
Jejak Karier Tashima
Tashima lahir pada 21 November 1957 di Kumamoto, Jepang. Ia membela timnas Jepang pada 1979-1984 dengan tujuh caps dan satu gol, lalu melatih tim universitas sebelum masuk ke JFA untuk pengembangan pemain dan timnas kelompok umur.
Ia terpilih sebagai Presiden JFA pada 2016 dan juga duduk di Komite Eksekutif AFC serta Dewan FIFA. Dua bulan sebelum Piala Dunia 2018 di Rusia, ia memecat pelatih Vahid Halilhodzic dan menggantinya dengan Akira Nishino. Jepang melaju ke babak 16 besar sebelum disingkirkan Belgia.
"Beberapa orang mengatakan kepada saya bahwa bukan saya yang merekrut Halilhodzic, sehingga kekalahan tim bukanlah kesalahan saya," ujar Tashima. "Tetapi sebagai presiden, seluruh tanggung jawab ada pada saya." Ia mengakhiri masa jabatan Presiden JFA pada 2024 dan diangkat menjadi presiden kehormatan.
