unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Infantino Klaim Dukungan Mayoritas di Tengah Desakan Transparansi UEFA
News

Infantino Klaim Dukungan Mayoritas di Tengah Desakan Transparansi UEFA

Presiden FIFA Gianni Infantino saat memberikan keterangan
Infantino Klaim Dukungan Mayoritas di Tengah Desakan Transparansi UEFA
A A Ukuran Teks16px

Gianni Infantino menyatakan masih memperoleh dukungan luas dari anggota FIFA menjelang pemilihan presiden berikutnya.

Klaim itu muncul di tengah tekanan sejumlah konfederasi terkait kontroversi rencana komersialisasi hak FIFA.

Perselisihan berpusat pada proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sempat mencakup rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA kepada pihak swasta.

Rencana itu kemudian dibatalkan, tetapi persoalan komunikasi dan konsultasi dalam penyusunannya memicu kritik terhadap tata kelola organisasi.

Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan, ketegangan meningkat selama dua bulan terakhir.

Sejumlah pimpinan konfederasi, termasuk UEFA dan CONCACAF, sebelumnya mengirimkan surat berisi tuduhan pelanggaran kepercayaan.

UEFA juga meminta FIFA membuka seluruh dokumen terkait proposal tersebut secara transparan sebelum awal November.

Desakan itu menambah tekanan terhadap Infantino untuk menjelaskan proses penyusunan dan pembatalan rencana komersialisasi.

Infantino Sebut Perbedaan Pendapat Wajar

Infantino menyatakan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi internasional.

Ia menilai perbedaan tersebut tidak seharusnya menghalangi anggota untuk melanjutkan kerja sama.

"Tidak ada yang salah dengan perbedaan pendapat," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perbedaan pandangan juga terjadi di berbagai negara dan tidak selalu menunjukkan adanya persoalan yang tidak dapat diselesaikan.

"Kita melihatnya setiap hari di begitu banyak negara di dunia. Tidak apa-apa untuk tidak sependapat."

kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Menurut Infantino, anggota organisasi tetap perlu mencari jalan untuk bergerak maju meskipun memiliki sudut pandang yang berbeda.

"Tidak apa-apa memiliki sudut pandang yang berbeda, tetapi kemudian kita harus bisa melangkah maju." ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Untuk meredakan penolakan, Infantino melakukan kunjungan ke sejumlah negara anggota dan mengusulkan peningkatan alokasi dana pengembangan sepak bola dunia hingga 3,4 miliar dolar AS.

Langkah tersebut turut menjadi bagian dari upayanya menggalang dukungan menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.

Dukungan dari kawasan Asia dan Afrika disebut memperkuat posisi Infantino.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dilaporkan mendukungnya setelah perubahan sikap presidennya, Sheikh Salman, sementara dukungan dari negara-negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika menguat setelah kunjungan ke Cape Verde.

Infantino mengakui bahwa persoalan komunikasi dan konsultasi dalam proposal FFE perlu ditangani.

Ia sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada Dewan FIFA dan berjanji menjawab pertanyaan yang diajukan sesuai proses yang berlaku.

"Tentu saja kami akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan sejauh proses memungkinkan, sejauh yang kami bisa," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Dalam kesempatan berbicara di sela turnamen Piala Dunia U-15 di Azerbaijan, Infantino juga tidak menampik adanya kekurangan dalam tata kelola administrasi.

Ia menekankan perlunya dialog yang lebih intensif dengan UEFA untuk menangani perbedaan pandangan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengundurkan diri, Infantino tertawa sebelum menjelaskan bahwa kedudukannya bergantung pada proses pemilihan oleh asosiasi anggota FIFA.

Ia menegaskan bahwa dirinya memperoleh mandat dari seluruh anggota yang memiliki hak suara.

"Nah, Anda tahu, saya terpilih oleh 211 asosiasi anggota dari seluruh dunia," tegas Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Ia kemudian mengaitkan legitimasi kepemimpinannya dengan prinsip demokrasi yang berlaku di organisasi sepak bola dunia.

Menurutnya, perbedaan pendapat tetap harus dihormati dalam proses pengambilan keputusan.

"Menurut saya, yang penting adalah bahwa dalam organisasi seperti FIFA, bisa saja ada pandangan yang berbeda, sudut pandang yang berbeda."

ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Infantino melanjutkan bahwa penghormatan terhadap proses demokrasi harus mencakup kesetaraan hak suara seluruh anggota, sekaligus penerimaan terhadap keputusan mayoritas.

"Namun, jika kita serius mengenai demokrasi, mengenai proses demokrasi, mengenai keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak suara dan suara yang sama di seluruh dunia, bahwa sepak bola adalah milik semua orang, jika kita serius mengenai hal itu, maka kita juga perlu menghormati pandangan mayoritas yang sangat, sangat besar."

ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Untuk memperkuat klaim dukungannya, Infantino menyebut kunjungannya ke Tokyo sebagai salah satu kesempatan ketika AFC menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinannya.

"Saya baru saja kembali dari Tokyo di mana Konfederasi Sepak Bola Asia telah sepenuhnya mendukung saya." kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Ia juga merujuk pada dukungan dari negara-negara anggota konfederasi Afrika setelah kunjungannya ke Cape Verde.

"Saya juga berada di Cape Verde di mana semua negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika telah mendukung saya.

Saya berbicara kepada semua asosiasi di seluruh dunia." ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Infantino mengakui bahwa menyatukan berbagai pandangan dalam organisasi global bukan perkara mudah.

Ia menyerahkan keputusan mengenai kepemimpinan dan pengelolaan FIFA kepada asosiasi anggota melalui mekanisme yang berlaku.

"Ada berbagai sudut pandang; tidak selalu mudah untuk menyatukan semuanya di bawah satu atap, tetapi kita perlu menghormati, dan saya memang menghormati, semua pendapat dan pandangan; kemudian terserah kepada asosiasi-asosiasi anggota FIFA untuk memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dikelola," pungkas Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Sementara itu, batas akhir pendaftaran calon presiden FIFA dijadwalkan pada 18 November.

Hingga menjelang tenggat tersebut, belum ada kandidat penantang yang mendaftarkan diri, sehingga Infantino masih berpeluang melanjutkan kepemimpinannya pada periode berikutnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru