Luasnya Mencapai 4.789,8 Km2 Bekas PT Gunung Madu Plantation kini Berubah jadi Kabupaten Baru Padahal Dulunya Pabrik Gula Ternama se Pulau Jawa
Terkurung di Daratan, Sebuah Kabupaten di Lampung ini Ternyata Dulunya Jadi Tempat Produksi Gula Terbesar di Jawa Klaua dari Pusat Kota Sekitar 57,85 KM
Kabupaten yang mencatat sejarah menarik ini terletak sekitar 57,85 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung.
Namanya mungkin tak selalu terdengar dalam percakapan sehari-hari, tetapi Lampung Tengah memiliki cerita yang menarik terkait perpindahan ibu kota dan peran pentingnya dalam sejarah produksi gula di luar Pulau Jawa.
Dengan luas sekitar 4.789,8 kilometer persegi, Kabupaten Lampung Tengah terletak secara geografis di antara 104°35' -105°50' BT dan 4°30" - 4°15' LS.
Ini adalah salah satu dari 12 kabupaten yang berada di tengah-tengah Provinsi Lampung.
Awalnya, Lampung Tengah menjadi sorotan ketika pada tahun 1979, PT Gunung Madu Plantation menjadikannya pelopor produksi gula di luar Pulau Jawa.
Komoditas unggulannya adalah gula, dan daerah ini menjadi rumah bagi beberapa perusahaan besar seperti PT Gunung Madu Plantation dan PT Gula Putih Mataram.
Namun, sejarah Lampung Tengah tidak hanya sebatas produksi gula.
Pada masa lalu, kabupaten ini mengalami pemekaran menjadi dua kabupaten dan sebuah kota.
Selain Lampung Tengah sendiri, ada Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro yang lahir dari pemekaran ini, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 12 tahun 1999.
Peristiwa menarik lainnya adalah perpindahan ibu kota Kabupaten Lampung Tengah.
Awalnya berada di Kota Metro, namun pada 1 Juli 1999, ibu kota dipindahkan ke Kota Gunung Sugih.
Pemindahan ini sejalan dengan upaya meningkatkan otonomi daerah serta pemekaran wilayah.
Sejak itu, pusat kegiatan pemerintahan berada di Kota Gunung Sugih, sementara aktivitas perdagangan dan jasa terpusat di Kota Bandar Jaya.
Perubahan ini membawa dinamika baru bagi Lampung Tengah, menandai perjalanan panjang kabupaten ini dalam mengukir sejarahnya sendiri di Provinsi Lampung.***
