VALID! Jawa Timur Resmi Bentuk Kota Baru, Terbagi 20 Desa dan 4 Kelurahan, Ternyata Terbentuk dari Pecahan Kabupaten Ini.
Kehadiran sebuah kota baru di Jawa Timur telah mengukuhkan sejarah keberadaan wilayah yang kaya akan warisan budaya.
Kota ini tak sekadar lahir dari keinginan semata, tetapi merupakan perwujudan dari sejarah panjang Kerajaan Medang, Mataram Kuno yang mengukir kejayaannya di Jawa bagian timur sejak zaman dahulu.
Langkah monumental ini pun mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menandai permulaan dari sebuah perjalanan baru.
Perjuangan untuk mengukir identitas sendiri, terpisah dari kabupaten asalnya, menjadi langkah berani yang kini diakui secara resmi.
Terletak di Jawa Timur bagian utara, kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.
Tidak hanya itu, kehadirannya juga menyapa dengan keanggunan panorama alam, dengan cakrawala yang didekorasi oleh pegunungan memukau, menawarkan ketenangan bagi siapapun yang menginjakkan kaki di tanahnya.
Sementara itu, di sisi barat, timur, dan selatan, kota ini berdampingan dengan Kabupaten Malang, menambahkan sentuhan keberagaman budaya yang kaya dan semarak.
Dari hulu ke hilir, kota ini menjadi simbol kebersamaan dalam perbedaan, sebuah cermin dari keindahan keragaman yang dilestarikan.
Dengan luas wilayah mencapai sekitar 194,2 km², kota ini bukan hanya sekadar titik koordinat di peta, tetapi sebuah pusat kehidupan yang menjelma menjadi tempat berkembangnya beragam potensi.
Keberadaannya mencatatkan lembaran baru dalam buku sejarah Jawa Timur, menjadi saksi bisu dari perkembangan zaman yang terus berputar.
Diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001, kemunculan kota ini terbukti memiliki landasan hukum yang kuat.
Tidak hanya itu, wilayah administratifnya juga telah ditetapkan dengan jelas, meliputi tiga kecamatan yang menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan dan perkembangan kota baru ini.
Ketiga kecamatan tersebut adalah Batu, Junrejo, dan Bumiaji, yang masing-masing memiliki peran penting dalam menyongsong masa depan yang gemilang.
Dalam lingkup yang lebih kecil, 20 desa dan 4 kelurahan menjadi unit-unit yang menyatu dalam harmoni, menciptakan keseimbangan yang memperkaya kehidupan sosial dan ekonomi di kota ini.
Nama yang melekat pada kota ini adalah Kota Batu, sebuah julukan yang kian akrab di telinga masyarakat seiring dengan perkembangannya.
***