Pusat Distribusi dan Dugaan Re-ekspor
Menurut data Bank Dunia, sekitar separuh kurma yang dijual di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis berasal dari Israel. Kedua negara ini berfungsi sebagai pusat pengemasan dan distribusi ulang ke negara Uni Eropa lainnya, termasuk Jerman.
Di Jerman, produk yang terkait Israel diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen pasokan kurma nasional.
Istilah “pencucian kurma” digunakan oleh sebagian pengamat untuk menggambarkan praktik pelabelan alternatif yang menyamarkan asal produksi, termasuk penggunaan label negara lain.
Regulasi Pelabelan Uni Eropa
Putusan Mahkamah Eropa pada 2019 mewajibkan produk yang berasal dari permukiman Israel diberi keterangan yang jelas mengenai asalnya. Pelabelan hanya sebagai “produk Israel” dinilai tidak memadai apabila tidak mencerminkan lokasi produksi sebenarnya.
Menjelang Ramadan, ketika permintaan kurma meningkat, para ahli mengingatkan pentingnya transparansi dan pemeriksaan informasi asal produk oleh konsumen.
Isu pelabelan ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian, seiring tekanan kampanye boikot dan meningkatnya sensitivitas konsumen Eropa terhadap perdagangan yang dianggap etis dan transparan.