unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Tegaskan Tak Akan Sepakati Kesepakatan dengan AS Tanpa Jaminan Hak

Iran Tegaskan Tak Akan Sepakati Kesepakatan dengan AS Tanpa Jaminan Hak

Iran Tegaskan Tak Akan Sepakati Kesepakatan dengan AS Tanpa Jaminan Hak
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dalam seragam Garda Revolusi
A A Ukuran Teks16px

Teheran — Negosiator utama Iran menyatakan pada Minggu bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat kecuali hak-hak Iran terjamin sepenuhnya.

Pernyataan ini muncul saat laporan menyebut Washington telah mengirim proposal perdamaian yang lebih keras kembali ke Iran.

>>> Menlu Korut: Pyongyang dan Rusia Sepakat pada Semua Isu Strategis

IN2

Setiap perubahan pada proposal berpotensi menunda kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah secara resmi dan membuka kembali Selat Hormuz.

Negosiasi selama berminggu-minggu diwarnai retorika tajam dan kekerasan sporadis.

Ketegangan Negosiasi

The New York Times dan Axios melaporkan pada Sabtu bahwa Trump telah mengirim kerangka kerja baru dengan persyaratan yang lebih keras untuk dipertimbangkan Iran, meskipun rinciannya masih belum jelas.

in2

"Kami tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sampai kami yakin hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan," kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam siaran video di televisi pemerintah.

Trump menyatakan prioritasnya termasuk menghentikan Iran dari pengembangan senjata nuklir dan membuka kembali jalur pelayaran Hormuz yang diblokade.

"Satu jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah setuju, dan itu sangat menarik," katanya dalam wawancara dengan menantunya Lara Trump.

Namun Teheran sebelumnya meragukan pernyataan Trump dan kedua pihak masih terpaut jauh pada isu-isu kunci.

Iran mengatakan perlu pembebasan aset beku senilai $12 miliar sebelum melakukan pembicaraan substansial tentang program nuklirnya.

Teheran juga bersikeras agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan apa pun, meskipun pertempuran masih berlangsung.

Beirut menuduh Israel menerapkan "kebijakan bumi hangus" saat memperluas operasi melawan Hizbullah yang didukung Iran.

Setelah sebelumnya memberi sinyal kesepakatan sudah dekat, Trump mengubah nada menjadi kurang mendesak dan mengisyaratkan aksi militer baru.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru