unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama
News

Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama

Guru agama sedang mengajar di kelas
Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama
A A Ukuran Teks16px

Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 resmi mengubah arah pembelajaran agama di sekolah. Fokusnya bergeser dari sekadar hafalan menuju penghayatan nilai.

Banyak guru merasa kaget saat mendapati modul ajar lama mereka sudah tidak lagi selaras.

Selama ini capaian pembelajaran agama sering dianggap kaku, penuh hafalan dalil dan tanggal, minim ruang refleksi.

Kondisi ini membuat pembelajaran agama terasa jauh dari kehidupan sehari-hari murid. Berdasarkan dokumen resmi BKPDM, perubahan ini lahir setelah koordinasi intensif antara Kemendikdasmen dan Kementerian Agama.

Pendekatan yang dipakai kini mengarah pada deep learning, bukan sekadar transfer materi ke ingatan murid.

Bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas, aturan ini langsung berdampak pada penyusunan ATP dan modul ajar tahun ajaran 2026/2027.

Perubahan ini juga memberi arah lebih jelas soal karakter dan akhlak yang harus dibentuk sejak Fase A.

Apa Itu Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026?

Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 adalah keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah tentang perubahan atas Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Keputusan ini secara khusus mengubah capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Khusus Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Dokumen ini ditetapkan oleh BKPDM di bawah Kemendikdasmen. Regulasi ini bukan aturan yang berdiri sendiri, melainkan revisi terbatas dari kurikulum yang sudah berjalan.

Sifatnya spesifik, hanya menyasar lampiran tertentu, bukan mengubah seluruh struktur Kurikulum Merdeka. Guru mata pelajaran lain tidak perlu khawatir karena CP mereka tetap sama.

Kapan Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 Ditetapkan?

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 11 Juni 2026. BKPDM kemudian mengumumkannya secara resmi ke publik pada 23 Juni 2026 dari Jakarta.

Rentang waktu antara penetapan dan pengumuman ini wajar terjadi pada regulasi teknis kurikulum. Sekolah disarankan segera menyesuaikan perangkat ajar begitu salinan resmi beredar.

Apa Saja yang Berubah?

Perubahan dalam Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 bersifat terbatas dan hanya menyentuh Lampiran II dan Lampiran V dari Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Kedua lampiran itu mengatur capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk seluruh jenjang, mulai Fase A hingga Fase F.

Guru Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu semuanya terdampak revisi ini.

Sementara guru mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA, atau Bahasa Indonesia tetap memakai CP lama tanpa penyesuaian tambahan.

Fase Capaian Pembelajaran yang Diatur

Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 mengatur capaian pembelajaran agama mulai Fase A pada kelas I dan II SD hingga Fase F pada kelas XI dan XII SMA atau SMK.

Setiap fase memiliki elemen dan capaian yang disesuaikan dengan tingkat kematangan murid.

Pembagian fase ini sebenarnya tidak baru, karena mengikuti struktur Kurikulum Merdeka yang sudah berjalan sejak awal. Yang berubah hanya rincian capaian di dalamnya, khusus untuk mata pelajaran agama.

Perubahan Capaian Pembelajaran per Agama

Setiap agama mendapat penyempurnaan elemen dan capaian yang berbeda sesuai karakteristik ajarannya masing-masing. Semua tetap mengarah pada penguatan karakter, bukan sekadar penguasaan materi.

Pendidikan Agama Islam kini menonjolkan dimensi cinta, mencakup cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri sendiri, dan cinta sesama.

Elemen seperti akidah dan akhlak menjadi fondasi yang mengikat seluruh dimensi tersebut.

Pendidikan Agama Kristen memakai pendekatan yang berpusat pada murid, mendorong mereka menjadi pelaku firman dalam keseharian.

Elemen “Allah Berkarya” dan “Alam dan Lingkungan Hidup” menjadi bagian penting dari struktur capaian barunya.

Pendidikan Agama Hindu menekankan pemahaman keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sejak jenjang SD.

Nilai Tri Kaya Parisudha juga diperkuat sebagai pedoman berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dalam keseharian murid.

Pendidikan Agama Buddha dan Konghucu turut mengalami penyesuaian deskripsi capaian pada setiap fase, sejalan dengan semangat moderasi beragama.

Fokusnya tetap sama, yakni memperkuat karakter dan akhlak mulia murid dari berbagai latar belakang keyakinan.

Cara Menyesuaikan Modul Ajar

Menyesuaikan modul ajar dengan Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 dilakukan dengan membaca ulang CP terbaru, memetakan perubahan pada elemen agama masing-masing, lalu merevisi ATP dan modul ajar secara bertahap.

Proses ini sebaiknya dimulai sebelum tahun ajaran baru berjalan penuh.

Berikut langkah praktis yang bisa diikuti guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti: Unduh salinan resmi Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 dari kanal resmi BKPDM.

Bandingkan elemen dan capaian lama dengan versi terbaru pada fase yang diampu.

Tandai bagian yang berubah signifikan, terutama pada dimensi karakter dan akhlak. Susun ulang Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP sesuai capaian baru.

Revisi modul ajar, LKPD, dan instrumen asesmen agar selaras dengan ATP terbaru. Diskusikan hasil penyesuaian bersama tim MGMP atau kelompok kerja guru agama.

Sosialisasikan perubahan kepada kepala sekolah dan pengawas sebelum semester berjalan. Langkah-langkah ini membantu guru menghindari kesalahan penyusunan perangkat ajar di awal tahun ajaran 2026/2027.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru